39 Persen Sampah Jabar Berasal dari Sisa Makanan, Ini Langkah Pengurangannya

1 hour ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan strategi khusus untuk menekan food waste dan food loss yang menjadi penyumbang utama timbulan sampah. Upaya ini ditempuh melalui kolaborasi lintas sektor agar Jawa Barat dapat menjadi percontohan nasional dalam penanganan susut dan sisa pangan.

Direktur Eksekutif Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) Indah Budiani menilai Jawa Barat memiliki peluang besar menjadi model nasional karena skala penduduk, aktivitas ekonomi pangan, dan dukungan kebijakan daerah. Menurut dia, penanganan susut dan sisa pangan perlu dilakukan melalui kemitraan sektor publik dan swasta.

“Susut dan sisa pangan bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga isu efisiensi, daya saing, dan keberlanjutan usaha,” ucap Indah, Sabtu (24/1/2026).

Melalui program Gotong Royong Atasi Susut dan Sisa Pangan (GRASP) menuju 2030, IBCSD mendorong kolaborasi lintas sektor yang sejalan dengan target SDG 12.3 tentang pengurangan sampah makanan. Pendekatan ini diharapkan membuat aksi pengurangan susut dan sisa pangan lebih terukur dan berdampak nyata.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, IBCSD bersama Pemprov Jawa Barat menggelar forum dialog untuk memperkuat kemitraan publik dan swasta dalam penanganan susut dan sisa pangan pada Jumat (23/1/2026). Forum ini ditujukan untuk mendukung sistem pangan berkelanjutan dan pengembangan ekonomi hijau di Jawa Barat.

Forum dialog tersebut dihadiri perwakilan Badan Pangan Nasional, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pelaku usaha, akademisi, organisasi masyarakat sipil, serta perwakilan SPPG. Indah menyebut hingga kini program GRASP telah menghimpun komitmen dari 18 perusahaan dan 28 organisasi, sejalan dengan target SDG 12.3 dan RPJMN 2025–2029.

Sementara itu, Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Provinsi Jawa Barat Eka Jatnika Sundana mengatakan Jawa Barat memegang peran strategis dalam upaya nasional pengurangan susut dan sisa pangan. Peran tersebut didukung oleh jumlah penduduk terbesar di Indonesia yang mencapai 50,7 juta jiwa, aktivitas ekonomi pangan yang tinggi, serta status Jawa Barat sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Produksi beras Jawa Barat pada 2025 tercatat mencapai 10,23 juta ton gabah kering giling (GKG). Di sisi lain, Eka menyebut Jawa Barat saat ini tercatat sebagai penghasil sampah terbesar di Indonesia dengan timbulan mencapai 24.882,78 ton per hari. “39,02 persen di antaranya merupakan sisa makanan,” kata dia.

Eka mengingatkan, tanpa penanganan yang serius dan terintegrasi, kondisi tersebut berpotensi memperberat beban lingkungan, meningkatkan risiko kesehatan masyarakat, serta menciptakan inefisiensi ekonomi dalam jangka panjang.

Read Entire Article
Politics | | | |