loading...
Ada beberapa hadis shahih dan populer yang menjelaskan tentang puasa Ramadan yang penting diketahui, salah satunya hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim. Foto ilustrasi/ist
Ada beberapa hadis shahih dan populer yang menjelaskan tentang puasa Ramadan yang penting diketahui. Hadis apa saja? Simak ulasannya berikut ini.
Bulan Suci Ramadan tinggal beberapa hari lagi. Sebelum memasukinya, umat Islam dianjurkan mempelajari ilmu fiqih tentang puasa agar tidak hanya menahan lapar dan dahaga semata. Sebelumnya telah dibahas kemuliaan tentang bulan suci Ramadan. Ternyata bukan hanya waktunya saja mulia, tetapi juga amalannya sangat mulia.
Dai yang juga lulusan Al-Azhar Mesir Al-Habib Geys Assegaf menjelaskan tentang keutamaan puasa Ramadan menurut pandangan syari'at. Ada 5 hadis sahih yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim terkait keutamaan puasa Ramadan ini.
1. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Untuk orang yang berpuasa ada dua kegembiraan: kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan ketika bertemu dengan Rabb-nya." (HR Muslim No. 1151)
Baca juga: Dalil Diperintahkannya Puasa Ramadan, Simak Penjelasannya di Sini!
"Supaya bahagia saat berbuka puasa, maka ada beberapa hal yang harus dipastikan, lakukan serius saat berbuka puasa. Beda dengan orang yang menghabiskan waktunya untuk main playstation, scrolling instagram, dan semacamnya ketika dia buka puasa hanya mendapat kenyang saja," kata Habib Geys.
Rasulullah juga bersabda: "Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga." (HR. At-Thabrani)
2. Dari Abu Sa'id radhiyallaahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa melakukan puasa satu hari di jalan Allah (dalam melakukan ketaatan pada Allah), maka Allah akan menjauhkannya dari neraka sejauh perjalanan 70 tahun." (HR Al-Bukhari No 2840)
"Itu baru 1 hari, bagaimana kalau 30 hari? Berarti 2.100 tahun. Bagi orang yang berpuasa ini menjadi tiketnya memasuki surga," kata Habib Geys.
3. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang bernama ar-Rayyaan. Pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa akan masuk surga melalui pintu tersebut dan tidak ada seorangpun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Dikatakan kepada mereka, ’di mana orang-orang yang berpuasa?’ maka orang-orang yang berpuasa pun berdiri dan tidak ada seorangpun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Jika mereka sudah masuk, pintu tersebut ditutup dan tidak ada lagi seorangpun yang masuk melalui pintu tersebut." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
















































