Airlangga Jadikan Catatan MSCI Sebagai Amunisi Tuntaskan Reformasi Pasar Modal

7 hours ago 12

loading...

Menurut Airlangga, pemerintah menaruh perhatian serius pada ruang perbaikan yang diberikan MSCI, khususnya terkait peningkatan transparansi dan penguatan integritas perdagangan efek di bursa saham tanah air. Foto/Dok

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan hasil laporan MSCI 2026 Global Market Accessibility Review yang menempatkan Indonesia berada dalam kategori pasar negara berkembang (emerging market) menjadi penegasan bahwa daya tarik makroekonomi dan ketersediaan akses pasar di dalam negeri masih dinilai kuat.

Menurut Airlangga, pemerintah menaruh perhatian serius pada ruang perbaikan yang diberikan MSCI, khususnya terkait peningkatan transparansi dan penguatan integritas perdagangan efek di bursa saham tanah air.

“Catatan MSCI justru menegaskan bahwa fundamental ekonomi dan akses pasar Indonesia tetap kuat. Yang menjadi perhatian adalah aspek transparansi dan integritas pasar, dan di sinilah Pemerintah bersama OJK dan BEI telah dan terus melakukan reformasi secara konkret, mulai dari penyesuaian free float, keterbukaan pemilik manfaat akhir, hingga pendalaman pasar,” tegas Airlangga dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026).

Baca Juga: Pelajaran Terbesar dari MSCI Rebalancing Mei 2026 dan Kejatuhan Pasar Modal Indonesia

Dalam tinjauan berkala tersebut, MSCI menggarisbawahi bahwa kapasitas ukuran, tingkat likuiditas, serta aksesibilitas pasar keuangan Indonesia masih sangat memadai bagi investor institusi. Penilaian tahun ini juga menegaskan tidak adanya isu pembatasan kepemilikan saham oleh pihak asing yang perlu dikhawatirkan.

"Kami optimistis Indonesia tetap berada pada jalur emerging market, dan Pemerintah berkomitmen menuntaskan agenda reformasi ini untuk menjaga kepercayaan investor," imbuh Airlangga.

Read Entire Article
Politics | | | |