Presiden Prabowo Subianto (ketiga kanan) menyaksikan Presiden AS Donald Trump (C) memegang piagam pendirian Dewan Perdamaian saat World Economic Forum (WEF) 2026 di Congress Hall, Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Buku "Kekalahan Barat" yang diterbitkan pada awal tahun ini dapat dianggap sebagai salah satu karya Emmanuel Todd, yang paling penting.
Ia lahir dari keluarga dengan modal budaya yang besar di pinggiran Paris pada 1951, lulus dari Institut Paris untuk Studi Politik dan memperoleh gelar doktor dalam bidang sejarah dari Universitas Cambridge di Inggris.
Latar belakangnya yang beragam mungkin menjelaskan mengapa ia menggunakan berbagai pendekatan untuk menafsirkan fenomena yang ia pelajari. Ia sering menggunakan ekonomi dan data demografis yang mendalam dalam analisisnya, selain alat penelitian khusus untuk ilmu sosial dan ilmu politik.
Terlepas dari pendapat Todd yang bertentangan dengan narasi Barat yang biasanya dominan dalam politik internasional, pilar terpenting dalam filosofinya adalah alat-alat yang ia gunakan dalam analisis dan prediksinya.
Sementara para analis biasanya berfokus pada struktur ekonomi dan budaya untuk membangun analisis, prediksi, dan pandangan historis mereka, Todd beralih ke unit-unit yang lebih kecil dalam gambaran tersebut untuk menganalisisnya.
Hal ini seperti struktur keluarga dalam masyarakat, apakah nuklir atau sektarian, dan apakah orang-orang masih terhubung secara keluarga dalam suatu masyarakat atau tidak dan dalam bentuk apa.
Setelah mengumpulkan data-data kecil tersebut, Todd menghubungkannya dengan sistem yang dapat stabil dalam masyarakat tersebut, baik sistem otoriter maupun liberal demokratis. Jika jumlah keluarga inti dalam suatu masyarakat meningkat, hal itu mungkin akan mengancam sistem otoriter dalam jangka panjang.
Secara umum, yang membedakan analisis Todd adalah penggunaan luas ilmu kependudukan dan data demografis serta tingkat kelahiran dan tingkat pendidikan untuk memprediksi perubahan politik dan sosial yang mungkin terjadi di suatu wilayah.
Ketika Todd memprediksi pada 1976 dalam bukunya "The Final Collapse" bahwa Uni Soviet akan segera runtuh, ia melakukannya berdasarkan studi data yang tidak terkait langsung dengan politik, seperti statistik angka kematian bayi di Uni Soviet, serta penurunan angka kelahiran.

1 hour ago
2















































