Aksi Protes Perubahan Iklim Padamkan Listrik Puluhan Ribu Rumah

2 weeks ago 16

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Kelompok milisi Vulkangruppe (Kelompok Vulkano) bertanggung jawab atas aksi pembakaran kabel listrik yang mengakibatkan pemadaman listrik pada puluhan ribu rumah di Berlin, Jerman. Kelompok itu menegaskan aksi tersebut merupakan bagian dari protes atas krisis iklim dan perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (AI).

Kebakaran di jembatan yang melintasi Kanal Teltow di Berlin pada Sabtu (3/1/2026) lalu memadamkan listrik di 35 ribu rumah dan 1.900 bisnis. Perusahaan jaringan listrik Jerman, Stromnetz, mengatakan pemadaman dapat berlangsung hingga Kamis (8/1/2026).

Pihak berwenang setempat menyelidiki penyebab kebakaran di dekat pembangkit listrik Lichterfelde yang merusak sejumlah kabel tegangan tinggi. Vulkangruppe mengatakan mereka sengaja mengincar distrik-distrik kaya di Berlin.

Dikutip dari the Guardian, Selasa (6/1/2026), berdasarkan pamflet sepanjang 2.500 kata, Vulkangruppe menyatakan aksi ini bertujuan “memotong dana ke kelas penguasa”.

Mereka mengecam “keserakahan energi” yang memicu lonjakan pembakaran bahan bakar fosil. Vulkangruppe juga mengklaim aksi mereka dilakukan untuk “kepentingan publik”.

“(Aksi ini merupakan) tindakan bela diri dan solidaritas internasional untuk semua (pihak) yang melindungi bumi dan kehidupan,” kata kelompok itu dalam pamflet mereka.

Vulkangruppe merinci aksi pembakaran yang mereka lakukan. Mereka menyebut pusat-pusat data yang digunakan untuk mengkomputasi AI meningkatkan konsumsi energi yang pada akhirnya memicu perubahan iklim.

“Kami berkontribusi pada pengawasan diri sendiri dan itu bersifat menyeluruh. Perusahaan-perusahaan teknologi berada di tangan orang-orang berkuasa yang kekuasaannya kita berikan. Suatu hari kita hanya duduk di depan layar dan mesin rusak sambil mati kehausan dan kelaparan,” kata Vulkangruppe dalam pamflet itu.

Kelompok tersebut meminta maaf kepada masyarakat kurang mampu yang ikut terdampak aksi ini. Namun, mereka tidak meminta maaf kepada “para pemilik banyak vila”.

Aksi ini berdampak pada panti wreda dan rumah sakit, serta bangunan-bangunan tinggi yang penghuninya mengandalkan lift. Aksi pembakaran kabel listrik ini juga dilakukan saat cuaca dingin menerjang Berlin, ketika warga kota tersebut membutuhkan pemanas ruangan yang umumnya bergantung pada listrik.

Wali Kota Berlin Kai Wegner mengatakan ia yakin pemadaman listrik massal ini memiliki motif politis. Sementara itu, pakar keamanan menilai aksi ini memiliki ciri ekstremisme kiri.

“Tidak dapat diterima ekstremis kiri kembali menyerang jaringan listrik kami secara terbuka dan hingga membahayakan nyawa manusia,” kata Wegner saat mengunjungi tempat penampungan sementara warga yang tidak memiliki pemanas ruangan dan air hangat.

Pemadaman listrik juga mematikan jaringan komunikasi. Polisi menggunakan pengeras suara dari mobil mereka untuk memberitahukan kepada warga bahwa aparat akan membantu orang-orang yang membutuhkan pertolongan.

Beberapa jaringan komunitas terganggu dan siswa yang seharusnya sudah masuk sekolah harus memperpanjang masa libur mereka. Sebelumnya, pada September tahun lalu, ekstremis kiri juga melakukan pembakaran yang mengakibatkan pemadaman listrik selama 60 jam, terlama di Berlin sejak Perang Dunia II.

Pekan lalu sempat muncul teori konspirasi bahwa pemadaman listrik diakibatkan serangan Rusia. Jerman kini berada dalam kondisi siaga penuh menghadapi potensi serangan infrastruktur dari pihak asing.

Pada Maret 2024, Vulkangruppe mengklaim melakukan pembakaran terhadap menara listrik di pabrik mobil Tesla di pinggiran Berlin. Aksi tersebut membuat pabrik milik Elon Musk itu menghentikan operasinya.

Stromnetz mengatakan awalnya pemadaman terjadi di 45 ribu rumah di distrik Nikolassee, Zehlendorf, Wannsee, dan Lichterfelde pada Sabtu lalu. Pada Ahad (4/1/2026) pagi, sekitar 10 ribu rumah kembali dialiri listrik.

Namun, cuaca dingin menghambat upaya pemasangan kabel bawah tanah baru. Akibatnya, rumah tangga yang tersisa mungkin harus menunggu hingga Kamis sore untuk kembali mendapatkan pasokan listrik dan pemanas.

“Tim kami berada di lapangan dan bekerja keras untuk memulihkan pasokan,” kata Stromnetz Berlin.

Para ahli mengatakan serangan terhadap infrastruktur energi tidak memerlukan pengetahuan khusus untuk menimbulkan dampak dramatis. Pasalnya, peta yang menampilkan komponen kunci jaringan listrik tersedia secara luas di internet dan hanya sedikit rencana darurat yang siap diterapkan jika terjadi sabotase.

Read Entire Article
Politics | | | |