REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tunggal putra Indonesia Alwi Farhan menjadi wakil pertama tuan rumah yang memastikan tiket ke final Indonesia Masters 2026. Kepastian itu diraih setelah Alwi menaklukkan wakil China Taipei, Chi Yu Jin, pada laga semifinal yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (24/1/2026).
Alwi tampil dominan sepanjang pertandingan dan menutup laga dengan kemenangan straight game 21-11, 21-12. Hasil tersebut mengantar Alwi melangkah ke partai puncak turnamen level BWF World Tour Super 500 itu.
Pada babak final, Alwi akan berhadapan dengan tunggal putra Thailand, Panitchapon Teeraratsakul. Panitchapon melaju ke final usai menyingkirkan andalan Singapura, Loh Kean Yew, dengan skor 21-17, 21-17 di semifinal lainnya.
Sementara itu, harapan Indonesia dari sektor ganda campuran harus terhenti di babak empat besar. Pasangan Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu gagal melangkah ke final setelah kalah dari duet Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Boje, melalui pertandingan ketat tiga gim 22-20, 19-21, dan 17-21.
Selepas pertandingan, Alwi mengungkapkan rasa syukurnya atas kemenangan yang diraih di tengah kondisi fisik yang belum sepenuhnya prima. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pendukung yang memadati Istora Senayan.
“Terima kasih sudah mendukung dan mendoakan saya. Jujur, saya tidak berada dalam kondisi 100 persen, tapi saya mencoba mengeluarkan kemampuan terbaik saya. Saya membuktikan kepada diri saya sendiri bahwa saya masih mampu,” kata Alwi yang tampak kurang nyaman dengan paha dan pinggang kanannya.
Menurut Alwi, meski kondisi fisiknya belum ideal, tekad dan ambisinya justru menjadi faktor utama dalam meraih kemenangan. Ia menyebut masih memiliki satu tugas penting yang harus diselesaikan pada laga final.
“Saya masih punya satu tugas lagi besok. Pastinya saya akan recovery, baik badan maupun pikiran. Terima kasih untuk semua masyarakat yang datang hari ini. Mungkin kata terima kasih saja tidak cukup,” ujarnya.
Alwi juga menilai tekanan dari dukungan penonton memberi dampak besar terhadap jalannya pertandingan. Ia merasa lawannya kesulitan mengembangkan permainan akibat atmosfer Istora yang begitu bergemuruh.
“Saya mainnya mungkin bisa dibilang lumayan, belum yang sangat bagus. Tapi saya rasa lawan juga kena pressure besar dari penonton sehingga tidak bisa mengembangkan pola permainan,” katanya.
Terkait calon lawan di final, Alwi menegaskan belum memikirkan strategi secara khusus. Fokus utamanya adalah pemulihan kondisi sebelum kembali bertanding.
“Untuk besok saya belum ada gambaran. Hari ini saya fokus menyelesaikan tugas. Besok adalah besok, sekarang saya bersyukur bisa memenangkan pertandingan ini. Persiapan untuk final dimulai setelah ini,” ujar Alwi.

1 hour ago
4













































