Antrean Jamaah Haji di Jateng Capai 911 Ribu, Masa Tunggu 26 Tahun

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID,SEMARANG -- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Fitriyanto, mengungkapkan daftar tunggu calon jemaah haji di Jateng mencapai 911 ribu orang. Masa tunggu sebelum jamaah bisa diberangkatkan mencapai 26 tahun. 

Fitriyanto menerangkan, pada 2025, penentuan kuota haji dilakukan dengan menghitung jumlah penduduk Muslim di suatu provinsi. Sementara tahun ini, kuota ditentukan berdasarkan daftar tunggu jamaah di masing-masing provinsi. 

"Di Jawa Tengah itu sekarang yang antre atau waiting list 911 ribu. Jawa Tengah menjadi waiting list terbanyak kedua setelah Jawa Timur. Di Jawa Timur 1,2 juta yang sudah antre," kata Fitriyanto ketika diwawancara, Selasa (13/1/2026). 

Dia menambahkan, saat ini masa tunggu jamaah juga telah diubah. "Masa tunggunya kalau dulu masing-masing provinsi berbeda-beda. Dulu kan kita 32 tahun. Sekarang dengan basis waiting list itu, waiting list kita disamaratakan menjadi 26 tahun. Jadi daftar di manapun (masa tunggunya) 26 tahun sekarang," ucapnya. 

Fitriyanto mengatakan, kuota haji untuk Jateng tahun ini mencapai 34.122 jamaah. Jumlah tersebut meningkat 12,33 persen atau 3.745 jemaah jika dibandingkan 2025 yang kuotanya sebanyak 30.377. 

"Kuota sebanyak 34.122 jemaah terdiri dari 32.138 haji reguler, kemudian 1.706 kuota lansia, lalu 191 untuk PHD (petugas haji daerah), dan 87 untuk pembimbing ibadah KBIHU," kata Fitriyanto. 

Sebelumnya Fitriyanto telah menyampaikan bahwa saat ini calon jamaah yang sudah melunasi biaya perjalanan ibadah haji di Jateng mencapai 34.518 orang. "Artinya itu sudah 102 persen. Sehingga insya Allah kuota Jawa Tengah yang akan kita berangkatkan bisa 100 persen kalau tidak ada kendala jemaah yang sakit, mundur, dan sebagainya," katanya seusai menemui Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin di kantornya pada Senin (12/1/2026). 

Dia mengatakan, proses keberangkatan calon jamaah haji di Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami perubahan tahun ini. "Untuk Jawa Tengah dan DIY, yang awalnya lewat embarkasi Solo di Asrama Haji Donohudan, tahun ini dipecah menjadi dua, yaitu 81 kloter tetap berangkat dari embarkasi Solo, kemudian 25 kloter lagi akan berangkat lewat Yogya dengan embarkasi Yogyakarta International Airport, di mana asrama hajinya digantikan oleh Hotel Ibis dan Novotel," ucapnya. 

Fitriyanto mengungkapkan, pemberangkatan kloter pertama diperkirakan akan dimulai pada 21-22 April 2026. "Untuk pemberangkatan kloter pertama, insya Allah jemaah akan berangkat tanggal 21 April ke Solo ataupun ke Yogya, dan akan terbang tanggal 22 April 2026 ke Arab Saudi," ujarnya.

Read Entire Article
Politics | | | |