Arkeolog Ajarkan Cara Hitung Umur Lukisan Gua Tertua, Begini Caranya...

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ahli arkeologi dan geokimia dari Griffith University dan Southern Cross University, Prof Maxime Aubert menyampaikan temuan penanggalan gambar cadas atau rock art di Leang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara. Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers publikasi jurnal nature, yang diselenggarakan di Gedung BJ Habibie, Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Dalam paparannya, Prof Maxime turut menjelaskan secara rinci bagaimana ilmuwan memastikan umur lukisan prasejarah tersebut. Untuk mengetahuinya, dia memakai teknik penanggalan laser-ablation uranium-series (LA–U-series) pada lapisan kalsit mikroskopis yang menutupi lukisan gua.

Menurut Prof. Maxime, prinsip penanggalan seni cadas sebenarnya sederhana, namun sangat presisi. Prosesnya amat menarik. Berawal dari air hujan yang meresap ke dalam batu kapur gua.

“Air hujan meresap melalui batu kapur, melarutkan sedikit kalsium dan uranium. Ketika air mengalir di atas permukaan seni cadas, air itu mengendap dan membentuk lapisan tipis di atas lukisan,” jelas Maxime.

Lapisan tipis kalsit inilah yang menjadi kunci. Di dalamnya terkandung uranium yang seiring waktu meluruh menjadi thorium. Dengan membandingkan jumlah atom uranium dan thorium, para peneliti dapat menghitung kapan lapisan itu terbentuk.

“Jika lapisan itu berada di atas lukisan, maka itu memberi kita usia minimum. Artinya lukisan setidaknya setua lapisan tersebut. Jika lapisannya berada di bawah, itu memberi usia maksimum,” kata Maxime.

Analogi sederhananya adalah seperti 'kue lapis'. Bila lukisan gua adalah lapisan terbawah dari satu kue lapis, maka endapan-endapan air dan kapur di gua itu adalah lapisan demi lapisan di atas lapisan terbawah itu. Di dalam lapisan itu terkandung uranium yang meluruh menjadi thorium dalam jangka waktu tertentu. Peneliti kemudian menghitung jumlah atom uranium dan thorium dari 'kue lapis' itu.

Prof Maxime juga menjelaskan kemajuan teknologi yang digunakan timnya. Metode lama penanggalan uranium biasanya mengharuskan sampel dibawa ke laboratorium dan diproses secara kimia menjadi bubuk. Baru kemudian dihitung thorium dan uranium nya.

Kini, tim menggunakan teknologi ablasi laser. “Kami mengambil inti sampel sangat kecil, sekitar lima milimeter, menembus lapisan pigmen. Kemudian kami mengarahkan laser untuk memetakan uranium dan thorium,” ujarnya.

Dengan laser, peneliti dapat memetakan usia di banyak titik dalam satu sampel. “Kami bisa menghitung usia di sini, di sini, dan di sini. Usia makin muda ke arah permukaan. Titik yang paling dekat dengan pigmen itulah usia minimum lukisan,” kata dia.

Dari pemetaan itu, salah satu sampel di Pulau Muna menunjukkan lapisan berusia sekitar 71,6 ± 3,8 ribu tahun, yang memberikan batas usia minimum sebesar 67.800 tahun bagi cap tangan di Liang Metanduno, Pulau Muna, yang berarti lukisan di bawahnya setidaknya setua umur tersebut.

sumber : Rilis

Read Entire Article
Politics | | | |