Arus Balik Jalur Selatan dari Nagreg hingga Cibiru Bandung Padat Merayap

11 hours ago 4

loading...

Kepadatan kendaraan terjadi di hampir seluruh jalan arteri antara Nagreg hingga Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (5/4/2025). FOTO/MUJIB PRAYITNO

BANDUNG - Kepadatan kendaraan terjadi di hampir seluruh jalan arteri antara Nagreg hingga Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (5/4/2025). Volume kendaraan yang didominasi oleh pemudik dari arah Garut dan Tasikmalaya mengalami hambatan akibat penyempitan ruas jalan di berbagai titik.

Kepadatan mulai terlihat di jalur keluar Lingkar Nagreg menuju Cicalengka, Kabupaten Bandung. Sistem satu arah yang diterapkan oleh petugas di wilayah Tasikmalaya dan Garut menyebabkan lonjakan arus kendaraan menuju Bandung melalui Nagreg sejak Sabtu (5/4/2025) siang.

Di kawasan Citakan Nagreg, kendaraan harus tertahan karena penyempitan ruas jalan sepanjang lebih dari 2 kilometer. Meskipun petugas dari Polresta Bandung telah melakukan pelebaran jalan menuju Kota Bandung, volume kendaraan yang tinggi tetap menyebabkan kemacetan.

Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Raya Rancaekek menuju Cileunyi. Kepadatan mencapai lebih dari dua kilometer sejak dari Pasar Dangdeur hingga Simpang Susun Cileunyi. Banyaknya kendaraan yang hendak memasuki Gerbang Tol Cileunyi bersaing dengan kendaraan yang melintasi jalur arteri menuju Kota Bandung, menyebabkan arus lalu lintas tersendat.

Selain itu, kemacetan juga terjadi di jalur antara Cileunyi hingga Cibiru, Kota Bandung. Di lokasi ini, arus kendaraan padat merayap dengan dominasi kendaraan roda dua dan mobil pribadi yang menuju Kota Bandung. Penyempitan jalan di beberapa titik serta tingginya aktivitas keluar-masuk warga dari kawasan pemukiman di sepanjang Cileunyi-Cibiru turut memperburuk kondisi lalu lintas.

Petugas kepolisian terus berupaya mengurai kemacetan dengan rekayasa lalu lintas, termasuk pengalihan arus dan penempatan petugas di titik-titik rawan kepadatan. Para pemudik diimbau untuk tetap bersabar dan mematuhi arahan petugas guna menghindari kemacetan yang lebih parah.

(abd)

Read Entire Article
Politics | | | |