Pompa minyak terlihat di Danau Maracaibo, Venezuela, pada 18 Desember 2025.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Caracas dan Washington telah mencapai kesepakatan untuk mengekspor minyak mentah Venezuela ke Amerika Serikat dengan nilai hingga 2 miliar dolar AS, kata Presiden AS Donald Trump pada Selasa. Kesepakatan ini menjadi negosiasi penting yang berpotensi mengalihkan pasokan minyak dari China sekaligus membantu Venezuela menghindari pemangkasan produksi minyak yang lebih dalam.
Kesepakatan tersebut dinilai sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah Venezuela merespons tuntutan Trump agar membuka sektor minyaknya bagi perusahaan energi Amerika Serikat atau menghadapi risiko intervensi militer yang lebih besar. Trump sebelumnya menyatakan ingin otoritas sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, memberikan “akses penuh” kepada Amerika Serikat dan perusahaan swasta terhadap industri minyak negara tersebut.
Venezuela saat ini memiliki jutaan barel minyak yang telah dimuat di kapal tanker maupun disimpan di tangki penyimpanan, namun tidak dapat dikirim akibat blokade ekspor yang diberlakukan Trump sejak pertengahan Desember.
Blokade tersebut merupakan bagian dari peningkatan tekanan Amerika Serikat terhadap pemerintahan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang berpuncak pada penangkapan Maduro oleh pasukan AS pada akhir pekan lalu. Pejabat tinggi Venezuela menyebut penangkapan itu sebagai penculikan dan menuding Amerika Serikat berupaya merebut cadangan minyak besar negara tersebut.
Trump mengatakan Venezuela akan “menyerahkan” antara 30 juta hingga 50 juta barel “minyak yang terkena sanksi” kepada Amerika Serikat.
“Minyak ini akan dijual dengan harga pasar, dan uangnya akan dikendalikan oleh saya sebagai Presiden Amerika Serikat untuk memastikan digunakan demi kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat,” tulis Trump dalam unggahan media sosial.
Trump menambahkan bahwa Menteri Energi AS Chris Wright bertanggung jawab melaksanakan kesepakatan tersebut. Minyak akan dipindahkan dari kapal tanker dan dikirim langsung ke pelabuhan-pelabuhan di Amerika Serikat.
Dua sumber sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa penyaluran minyak ke Amerika Serikat kemungkinan memerlukan pengalihan kargo yang semula ditujukan ke China. Negara Asia tersebut merupakan pembeli utama minyak Venezuela selama satu dekade terakhir, terutama sejak Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan yang terlibat perdagangan minyak Venezuela pada 2020.
“Trump ingin ini terjadi secepat mungkin agar bisa disebut sebagai kemenangan besar,” kata seorang sumber industri minyak.
Pemerintah Venezuela dan perusahaan minyak negara PDVSA belum memberikan komentar terkait kesepakatan ini.
sumber : REUTERS

2 weeks ago
15















































