Beijing Bantah Trump Soal Greenland Meski Akui Punya Aktivitas di Kawasan Arktik

3 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Pemerintah China buka suara soal pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menudingnya hendak mengambil alih dan menguasai Greenland. Beijing menyangkal tuduhan tersebut. 

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China, Mao Ning, mengungkapkan, negaranya memang mempunyai aktivitas di kawasan Arktik. "Aktivitas China di Arktik bertujuan untuk mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan pembangunan berkelanjutan di kawasan tersebut. Aktivitas itu sejalan dengan hukum internasional," ujar Mao dalam pengarahan pers, Senin (12/1/2026), dikutip laman resmi Kemenlu China. 

Dia menambahkan, hak dan kebebasan negara untuk melakukan aktivitas di Arktik sesuai dengan hukum harus dihormati sepenuhnya. "AS tidak boleh menggunakan negara lain sebagai dalih untuk mencari keuntungan pribadi," katanya. 

Mao kemudian sempat dimintai tanggapannya perihal Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul yang menawarkan Donald Trump untuk bekerja sama dalam kerangka NATO guna melawan "ancaman" yang ditimbulkan oleh kapal serta kapal selam Rusia dan China di Arktik. Menanggapi pertanyaan itu, Mao kembali menyampaikan bahwa aktivitas di Beijing di Arktik hanya memiliki tujuan damai dan untuk kepentingan pembangunan berkelanjutan di kawasan tersebut. 

"Aktivitas tersebut sejalan dengan hukum internasional. Kami menentang tindakan AS yang menggunakan China atau Rusia sebagai dalih untuk mencari keuntungan pribadi," ucap Mao. 

Ketika ditanya tanggapannya soal keinginan Trump untuk menguasai Greenland, Mao hanya memberikan komentar singkat. "China selalu percaya bahwa hubungan antar negara harus ditangani sesuai dengan tujuan dan prinsip Piagam PBB," ujarnya. 

Sebelumnya Donald Trump kembali menegaskan tekadnya untuk menguasai Greenland. Dia menyebut hal itu akan dilakukan dengan membelinya atau menempuh cara lain. Trump menuding Rusia dan China juga membidik Greenland, sehingga AS harus lebih dulu menguasainya. 

"Saya tidak berbicara tentang uang untuk Greenland. Saya mungkin akan membicarakannya, tetapi saat ini, kami akan melakukan sesuatu di Greenland, terlepas dari mereka menyukainya atau tidak. Karena jika kami tidak melakukannya, Rusia atau China akan mengambil alih Greenland, dan kami tidak akan memiliki Rusia atau China sebagai tetangga," kata Trump saat ditanya perihal biaya yang harus digelontorkan AS untuk membuat Greenland menjadi bagian dari AS, dikutip laman kantor berita Rusia, TASS, Sabtu (10/1/2026). 

Trump menambahkan, dia ingin membuat kesepakatan yang mudah perihal pengambilalihan Greenland. "Tetapi jika kami tidak melakukannya dengan cara yang mudah, kami akan melakukannya dengan cara yang sulit," ujarnya. 

Trump pun sempat ditanya mengapa ia ingin menjadikan Greenland bagian dari AS jika Washington memiliki kesempatan melakukan hampir semua tindakan militer di pulau tersebut dan perairan sekitarnya. "Karena ketika kita memilikinya, kita mempertahankannya. Anda tidak mempertahankan hak sewa dengan cara yang sama, Anda harus memilikinya," kata Trump menjawab pertanyaan tersebut. 

Trump telah berulang kali menyatakan bahwa Greenland harus menjadi bagian dari AS. Ia bahkan tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan militer untuk mencaplok pulau tersebut. 

Opsi soal tindakan militer juga kembali disampaikan Gedung Putih baru-baru ini. Namun pada Rabu (7/1/2026) lalu, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan bahwa Trump secara aktif membahas kemungkinan pembelian Greenland dengan para pejabat di pemerintahannya. 

Pada akhir Maret 2025 lalu, Wakil Presiden AS JD Vance sempat menyampaikan bahwa Washington berharap Greenland dapat memperoleh kemerdekaan dan kemudian bergabung dengan AS secara damai. Menurut Vance, negaranya tidak akan menggunakan kekuatan militer dalam isu tersebut.

Greenland adalah bagian dari Denmark sebagai wilayah otonom. Pada 1951, Washington dan Kopenhagen menandatangani Perjanjian Pertahanan Greenland di samping kewajiban aliansi NATO mereka. Berdasarkan perjanjian itu, AS berjanji membela Greenland dari kemungkinan agresi.

Read Entire Article
Politics | | | |