BGN: Presiden Berpesan Jangan Ngoyo Capai Target MBG, Utamakan Kualitas

1 week ago 14

Siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025). Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat sebanyak 17.555 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum program Makan Bergizi Gratis telah berdiri di 38 provinsi di seluruh Indonesia. Realisasi penerima program MBG telah mencapai 50.390.880 orang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia serta membuka lapangan kerja langsung bagi 741.985 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengatakan Presiden Prabowo Subianto berpesan agar tidak terlalu memaksakan diri atau ngoyo untuk mencapai target jumlah penerima Makan Bergizi Gratis (MBG). Prabowo berpesan agar lebih mengutamakan kualitas gizi makanan.

“Kami optimis MBG bisa mencapai target 82,9 juta karena ternyata per hari ini kami bisa mencapai 55,1 juta. Meski demikian, Pak Presiden dalam retret menyampaikan bahwa ‘Jangan ngoyo’, kenapa jangan ngoyo? Supaya kualitas sumber daya manusia kemudian pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) benar-benar sesuai petunjuk teknis, sehingga bisa menuju nol kecelakaan (keracunan pangan),” katanya saat meninjau pelaksanaan MBG di SMK Negeri 1 Jakarta, Kamis.

Nanik mengemukakan pada 2026 akan ada penambahan penerima manfaat, utamanya dari pondok-pondok pesantren dan anak-anak di rumah singgah yang belum tertampung di Sekolah Rakyat.

“Jadi di manapun hak anak Indonesia, baik yang di pondok resmi misalnya yang terdaftar di Kementerian Agama maupun tidak, akan memperolehnya, demikian juga anak-anak rumah singgah, mereka yang sekarang mungkin berada di jalan dan belum tertampung di Sekolah Rakyat itu juga akan mendapatkan tambahan,” ujar dia.

Nanik juga menegaskan, pada Bulan Mei 2026 mendatang, BGN optimistis akan mencapai target 82,9 juta penerima MBG sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Insyaallah dari target kami bulan Mei, dengan tambahan-tambahan tadi akan bisa tercapai. Mengapa kami optimis? Karena tadinya yang 2025 kita hanya enam juta penerima, ternyata per hari ini kami bisa 55,1 juta,” paparnya.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |