BSI Perluas Pembiayaan Efisiensi Energi, Portofolio Hijau Tembus Rp 73,16 Triliun

2 weeks ago 18

Karyawan melintas di dekat logo Bank Syariah Indonesia (BSI).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Bank Syariah Indonesia Tbk resmi menjalin kerja sama strategis dengan Basel Agency for Sustainable Energy (BASE) guna memperluas pembiayaan proyek efisiensi energi di Indonesia. Kerja sama ini ditujukan untuk menekan risiko pembiayaan sekaligus mempercepat pengembangan proyek energi yang lebih hemat dan berkelanjutan.

Kerja sama tersebut dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang mengadopsi model de-risking dengan menggabungkan kontrak standar, validasi teknis independen, serta asuransi performa atau surety bond. Skema ini diterapkan melalui model Energy Savings Insurance (ESI).

Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta mengatakan inisiatif tersebut diharapkan mampu mendorong agenda transisi energi nasional. “Melalui inisiasi Energy Savings Insurance (ESI) ini, kami harapkan dapat mendukung Indonesia dalam mengimplementasikan transisi ekonomi rendah karbon dan mendukung tercapainya target Net Zero Emission Indonesia pada tahun 2060,” ujar Bob dalam keterangan dikutip Rabu (7/1/2026).

Ia menegaskan langkah ini juga mencerminkan konsistensi BSI dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam aktivitas bisnis. “Komitmen ini menandai konsistensi perusahaan untuk mengimplementasikan aspek Environmental, Social, & Governance (ESG) dalam bisnis operasional serta memberikan dampak nyata terhadap pembiayaan berkelanjutan,” kata Bob.

Dari sisi kinerja, BSI mencatat portofolio pembiayaan berkelanjutan telah mencapai 24,60 persen dari total pembiayaan yang disalurkan, atau setara Rp 73,16 triliun per September 2025. Angka tersebut mencerminkan peningkatan peran sektor perbankan syariah dalam mendukung agenda pembiayaan hijau nasional.

Selain pembiayaan, BSI juga telah menerbitkan Sukuk Sustainability dalam dua tahap. Pada 2024, perseroan menerbitkan sukuk berkelanjutan senilai Rp 3 triliun, disusul penerbitan sebesar Rp 5 triliun pada 2025 sebagai bagian dari penguatan sumber pendanaan hijau.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh SVP of ESG BSI Rima Dwi Permatasari bersama Sustainable Finance Senior BASE Pablo Osés Bermejo. Kesepakatan tersebut disaksikan oleh Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta serta sejumlah pemangku kepentingan dari kementerian dan otoritas terkait.

Kerja sama ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program UK Partnering for Accelerated Climate Transitions (UK PACT), yakni skema kerja sama pendanaan internasional antara Pemerintah Inggris dan Pemerintah Indonesia untuk mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Melalui skema pembiayaan efisiensi energi dan instrumen keuangan berkelanjutan, BSI menargetkan penguatan peran sektor keuangan dalam mendukung agenda iklim nasional sekaligus menjaga pertumbuhan pembiayaan yang berkelanjutan.

Read Entire Article
Politics | | | |