REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mempertegas komitmennya dalam memperluas inklusi keuangan nasional dengan menyasar generasi muda serta masyarakat di wilayah tertinggal.
Langkah ini diwujudkan melalui sinergi strategis bersama PT Pos Indonesia (Persero) dengan melakukan rebranding produk unggulan eBatarapos menjadi Tabungan BTN Pos. Produk baru ini diperkenalkan secara resmi dalam acara BTN x PosIND Festival 2026 di Kantor Pusat Pos Indonesia, Bandung, Jumat (9/1/2026).
Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menjelaskan bahwa rebranding ini merupakan langkah strategis untuk merespons perubahan perilaku masyarakat, terutama generasi muda yang menginginkan layanan perbankan praktis dan berbasis digital. "BTN menghadirkan kembali produk tabungan ini sebagai solusi teknologi yang mengikuti perkembangan zaman guna memudahkan masyarakat dalam bertransaksi," ujar Nixon.
Melalui Tabungan BTN Pos, nasabah didorong untuk memanfaatkan aplikasi Bale by BTN. Salah satu fitur unggulannya adalah layanan cardless (tanpa kartu), yang memungkinkan nasabah melakukan setor maupun tarik tunai di Kantorpos cukup melalui ponsel, tanpa perlu membawa kartu debit atau buku tabungan.
Strategi Digital Jangkau Wilayah 3T
Nixon menekankan bahwa kekuatan sinergi ini terletak pada luasnya jaringan Kantorpos yang menjangkau pelosok Indonesia, termasuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terpencil) yang belum tersentuh perbankan konvensional. "Hampir semua warga kini memiliki smartphone. Transaksi cardless melalui Bale by BTN menjadi solusi relevan agar layanan keuangan lebih mudah diakses dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat," tambahnya.
Hingga saat ini, tercatat lebih dari 500 ribu nasabah eBatarapos yang telah dilayani melalui hampir 3.000 outlet Kantorpos di seluruh Indonesia. Dengan identitas baru sebagai Tabungan BTN Pos, BTN optimistis dapat meningkatkan penghimpunan dana murah (CASA) serta memperkuat transformasi perusahaan sebagai bank transaksional harian yang andal secara teknologi.
Titik Strategis Transaksi
Keberadaan Kantorpos di hampir setiap kecamatan dinilai sebagai aset strategis untuk memperpendek jarak antara masyarakat dengan layanan keuangan. Secara historis dan geografis, lokasi Kantorpos sangat menguntungkan bagi BTN dalam mendistribusikan produk perbankannya.
Optimisme BTN pun cukup besar; mereka menargetkan saldo tabungan BTN Pos mampu menembus angka Rp5 triliun dalam satu tahun ke depan melalui berbagai program kampanye dan aktivasi produk yang masif di berbagai daerah.
Kerja Sama 76 Tahun Untuk Masyarakat
Plt Direktur Utama Pos Indonesia Haris menambahkan, kolaborasi BTN dan Pos Indonesia memiliki akar sejarah yang panjang pelayanan negara kepada masyarakat yang terus beradaptasi mengikuti perubahan zaman.. Kerja sama kedua BUMN ini telah terjalin sejak awal dekade 1950-an dan terus beradaptasi mengikuti perkembangan zaman.
“Kalau dihitung, kerja sama Pos Indonesia dan BTN ini sudah berjalan sekitar 76 tahun. Dalam perjalanannya tentu ada pasang surut, ada perubahan produk, tapi semangat pelayanannya tetap sama. Dari Tabanas, Batara, Batara Pos, hingga hari ini kita rebranding menjadi Tabungan BTN Pos,” ujar Haris.
Kekuatan utama Pos Indonesia dalam kerja sama ini terletak pada jaringan fisik dan kepercayaan publik yang telah dibangun selama puluhan tahun. Menurutnya, Pos Indonesia melihat sinergi ini sebagai bagian dari peran perusahaan dalam mendukung layanan keuangan yang lebih merata, khususnya bagi masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan.
“Bagi masyarakat di banyak daerah, Kantorpos itu bukan hanya tempat kirim surat atau paket. Di sana ada fungsi layanan keuangan, layanan sosial, bahkan fungsi negara. Ini yang kemudian menjadi nilai tambah ketika kami bersinergi dengan BTN,” ujarnya.
Dalam momentum BTN x PosIND Festival 2026, Haris menyebutkan bahwa Pos Indonesia dan BTN tidak hanya melakukan rebranding produk, tetapi juga meluncurkan layanan cash in dan cash out yang memungkinkan nasabah BTN melakukan setor dan tarik tunai langsung di kantor pos.
“Hari ini kita juga meluncurkan layanan cash in dan cash out. Artinya, nasabah BTN bisa setor dan tarik tunai langsung di Kantorpos. Ini baru sebagian dari skenario besar kerja sama BTN dan Pos ke depan,” katanya.
Haris juga menggarisbawahi bahwa kerja sama ini sejalan dengan mandat Pos Indonesia sebagai BUMN yang hadir hingga ke pelosok negeri. “Pos Indonesia itu hadir dari kota besar sampai kecamatan, bahkan ke wilayah yang sulit dijangkau. Sinergi dengan BTN membuat fungsi itu semakin kuat, karena layanan keuangan bisa benar-benar menjangkau masyarakat yang selama ini belum terlayani,” kata Haris
Generasi Milenial dan Perempuan Jadi Penggerak
BTN juga mencatat perubahan signifikan dalam profil nasabahnya. Nixon mengungkapkan bahwa 70–80 persen pembeli rumah melalui KPR BTN saat ini berasal dari generasi milenial, dengan porsi perempuan mencapai lebih dari 30 persen.
“Mayoritas KPR BTN adalah pembeli rumah pertama, dan itu milenial. Bahkan sekarang, lebih dari 30 persen pembeli rumah di BTN adalah perempuan. Ini menunjukkan perubahan besar dalam struktur sosial dan ekonomi,” kata Nixon.
Fakta tersebut semakin memperkuat strategi BTN untuk menghadirkan layanan perbankan yang lebih relevan bagi generasi muda, termasuk melalui Tabungan BTN Pos yang terintegrasi dengan ekosistem digital Bale by BTN.
Aksi Sosial di Tengah Aktivasi Bisnis
Di tengah aktivasi bisnis dan transformasi layanan keuangan digital, BTN dan Pos Indonesia juga menegaskan bahwa perluasan inklusi keuangan tidak dapat dipisahkan dari kehadiran empati dan tanggung jawab sosial, terutama saat masyarakat menghadapi situasi krisis.
Dalam rangkaian BTN x PosIND Festival 2026, kedua BUMN tersebut menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp500 juta bagi korban bencana alam di wilayah Sumatera.
Bantuan tersebut difokuskan untuk mendukung proses pemulihan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini menegaskan bahwa kolaborasi BTN dan Pos Indonesia tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga membawa nilai empati dan tanggung jawab sosial.
Bantuan melalui Rumah Zakat diprioritaskan pada penyediaan hunian sementara serta perlengkapan kebutuhan dasar bagi keluarga terdampak. Penyaluran dilakukan melalui kolaborasi dengan lembaga kemanusiaan, dengan mekanisme pelaporan dan pemantauan yang transparan.
Chief Finance and Operation Officer Rumah Zakat, Murni Alit Baginda, menegaskan bahwa keterlibatan BTN dalam aksi sosial ini merupakan bagian dari pendekatan tata kelola perusahaan yang menyeluruh, mengintegrasikan strategi bisnis, penguatan operasional, dan kepedulian sosial dalam satu kerangka keberlanjutan.
Ia menjelaskan bahwa di tengah ekspansi layanan digital dan perluasan jaringan transaksi melalui Pos Indonesia, BTN tetap memastikan bahwa kehadiran perseroan memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama di wilayah yang sedang menghadapi tekanan sosial dan ekonomi.
“Kami sangat mengapresiasi BTN dan Pos Indonesia yang, di tengah agenda bisnis dan aktivasi layanan, tetap menunjukkan empati kepada masyarakat terdampak bencana. Ini contoh kolaborasi yang tidak hanya bicara transaksi, tetapi juga nilai kemanusiaan,” ujar Murni.
Bantuan ini menurut Murni, diarahkan untuk mendukung fase pemulihan, karena pada tahap inilah masyarakat membutuhkan dukungan paling nyata, bukan hanya bantuan darurat, tetapi juga menyangkut upaya membangun kembali membangun kehidupan sehari-hari secara bertahap dan berkelanjutan.
“Bantuan ini tidak hanya bersifat jangka pendek. Kami arahkan dalam bentuk hunian sementara dan perlengkapan kebutuhan dasar, agar keluarga terdampak bisa mulai bangkit dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih layak,” katanya.
Murni menambahkan, kolaborasi BTN dan Pos Indonesia dalam konteks sosial sekaligus memperlihatkan bagaimana jaringan layanan keuangan dan logistik nasional dapat digerakkan secara cepat dan terukur saat negara membutuhkan kehadiran nyata di lapangan.
“Dengan Pos Indonesia, kami juga memiliki pengalaman kolaborasi dalam penyaluran zakat dan dana sosial. Jaringan Kantorpos sangat membantu menjangkau masyarakat hingga ke daerah-daerah. Semoga kerja sama seperti ini semakin kuat dan memberi dampak yang lebih luas,” kata Murni.
Dari Manual Hingga Cardless
Dari sisi pengguna atau nasabah, sinergi BTN dan Pos Indonesia tidak hanya dirasakan sebagai kebijakan di tingkat pusat, tetapi benar-benar hadir dalam keseharian masyarakat. Helmi, salah satu nasabah Tabungan BTN Pos, mengungkapkan bahwa keberadaan layanan BTN di Kantorpos sangat membantu, terutama bagi masyarakat yang tinggal jauh dari kantor cabang bank.
Ia menuturkan bahwa sejak lama, Kantorpos telah menjadi titik layanan yang paling mudah dijangkau, baik untuk pengambilan dana maupun menabung. Dengan integrasi layanan BTN, proses tersebut menjadi lebih praktis tanpa harus berpindah lokasi.
“Dulu kami belum punya layanan digital, belum ada aplikasi, belum ada kartu. Menabung ya lewat Batara Pos. Semua masih manual, tapi justru itu yang membuat kami terbiasa dan percaya,” ujar Helmy.
Kehadiran BTN di Kantorpos sejak awal telah menjadi solusi bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat layanan perbankan. Sementara Kantorpos, baginya, bukan hanya tempat pengiriman surat atau paket, tetapi juga ruang aman untuk mengelola keuangan.
“Kalau butuh tarik uang atau menabung, tinggal ke Kantorpos. Tidak perlu jauh-jauh ke bank. Dari dulu BTN dan Pos itu sudah seperti satu kesatuan,” katanya.
Transformasi layanan yang kini mengarah ke transaksi cardless melalui Bale by BTN, menurut Helmy, justru memperkuat fungsi tersebut. Meski tidak lagi menggunakan buku tabungan, esensi layanan, yakni kemudahan dan kedekatan tetap terjaga.
Rebranding eBatarapos menjadi Tabungan BTN Pos merupakan langkah yang relevan, terutama bagi generasi muda dan masyarakat yang membutuhkan layanan cepat tanpa prosedur berbelit.
“Kalau butuh tarik atau nabung, tinggal ke Kantorpos. Tidak perlu jauh-jauh ke bank. Dari dulu BTN dan Pos itu sudah seperti satu kesatuan,” ujarnya.
sumber : Antara

18 hours ago
7














































