Bunda PAUD Kota Bandung Ajak Masyarakat Tingkatkan Angka Partisipasi PAUD

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemkot Bandung, terus mendorong angka partisipasi sekolah warganya. Karena itu, Bunda PAUD Kota Bandung Aryatri Benarto Farhan mengajak Bunda PAUD di tingkat desa dan kecamatan, serta Pokja Bunda PAUD untuk terus bekerja keras mengajak warganya bersekolah. Agar, angka partisipasi PAUD ini terus meningkat.

"Kita berharap lebih banyak orang tua mengantarkan anaknya belajar ke PAUD," ujar Aryatri saat mengunjungi Preschool Gagasceria, di Jalan Malabar, Kota Bandung, dalam rangka Pembinaan Tingkat Kewilayahan Peran Bunda PAUD, Senin (19/1/2026).

Istri Wali Kota Bandung Muhamad Farhan itu mengatakan, PAUD merupakan dasar untuk membentuk generasi muda. Di PAUD, mulai ditanamkan karakter dan budaya, yang menjadi pedoman bagi anak sebagai generasi penerus bangsa.

Menurutnya, anak sejak dilahirkan sudah terkena terpaan pengaruh dari luar. Teknologi informasi membuat anak sudah mengenal telepon seluler dan televisi sejak dini.

"Selain itu, tidak semua pengaruh di rumah yang diterima anak itu selalu positif. PAUD memegang peran penting untuk memberikan energi positif bagi anak. Di PAUD, anak mendapat standar baik yang dibutuhkn untuk masa depan," kata Aryatri.

Sedangkan menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, saat ini angka tidak sekolah (ATS) di Bandung sekitar 8 ribu. Sebelumnya, bahkan mencapai 20 ribu.

"Kami bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk camat. Alhamdulillah, ATS yang tadinya 20 ribu berdasarkan data terakhir menjadi 8 ribu. Tapi pasti ada data terbaru lagi," ujar Asep, usai menghadiri acara di Preschool Gagasceria, di Jalan Malabar, Kota Bandung,

Asep menjelaskan, jika dipresentasikan ATS di Kota Bandung sekitar 40 persen. "Saya optimistis nantinya bisa turun drastis," katanya.

Khusus angka partisipasi pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kota Bandung, kata Asep, saat ini sudah mencapai 86 persen dari total jumlah anak. Pengembangan sekolahnya juga terus meluas, dari 683 sekolah pada 2022 menjadi 707 pada 2024.

Sementara itu, Pimpinan Yayasan Anak Indonesia Bandung, pengelola Sekolah Gagasceria, Rostiany Harahap mengatakan PAUD sangat penting bagi masa depan anak-anak.

"Gagasceria sudah berdiri sejak 27 tahun lalu. Kami berkomitmen mengembangkan kemmpuan anak untuk bisa berpikir kritis dan kreatif, melalui program literasi pada pendidikan anak usia dini," katanya.

Rostiany mengatakan, dalam PAUD, Gagasceria menantang anak berpikir, membaca, menulis dan merancang kegiatan untuk mereka. Anak diajak untuk membaca, tidak sekadar alfabet tapi belajar mengeksplorasi dunia ciptaan Tuhan lewat panca indera mereka.

Anak, kata dia, disiapkan untuk mampu menulis dan percaya diri. Mereka bisa mengungkapkan pikiran dan gagasan kreatifnya. "Gagasceria bercita-cita mengantar anak menghargai kemampuan pribadi dan mencintai Tuhan secara utuh dan sadar," katanya.

Menurut Rostiany, peran Bunda PAUD sangat strategis dalam mewujudkan pendidikan berkuliatas. "Mari bersinergi. Guru, orang tua dan pemerintah, bersama-sama menciptakn ruang belajar yang aman, nyaman dan memenuhi kebutuhan unik setiap anak," katanya.

Menurut Kepala Preschool Gagasceria, Dewi Caturwulandari, Gagasceria melakukan pendekatan bermain sambil belajar untuk anak-anak usia dini.

"Kami ingin menanamkan pengalaman berbahasa melakukan interaksi. Kami membawa mereka untuk lebih banyak berkomunikasi dan melakukan eksplorasi dan berlanjut mampu mengekspresikan ide dan gagasan lewat tulisan," katanya.

Read Entire Article
Politics | | | |