Cara Imam Ghazali Melukiskan Siksa Kubur yang Mengerikan

4 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, Dalam pandangan Imam Al-Ghazali, kematian bukan sekadar akhir kehidupan, melainkan peringatan keras bagi mereka yang terlena oleh dunia. 

Dengan ungkapan yang tajam dan penuh makna, ia melukiskan kengerian kubur sebagai nasib yang tak terelakkan bagi setiap manusia.

"Para raja dan penguasa dunia akhirnya takluk, dipindahkan dari istana megah menuju gelapnya liang kubur tanpa mampu membawa sedikit pun kemuliaan dunia," tulis Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin.

Imam Al Ghazali menuliskan bahwa segala puji bagi Allah SWT yang mematahkan leher orang-orang perkasa dengan kematian, menghancurkan tulang punggung para Kisra dengannya, dan dengan kematian pula, Dia memendekkan angan-angan para Kaisar yang hati mereka senantiasa lari dari mengingat kematian. Hingga datang kepada mereka janji yang benar, lalu menjatuhkan mereka ke dalam kubur.

Mereka dipindahkan dari istana menuju kuburan, dari terang dan nyamannya kehidupan ke gelapnya liang lahat, dari bermain-main dengan gadis-gadis dan anak-anak muda menuju kerasnya penderitaan bersama binatang-binatang kecil dan ulat-ulat, dari menikmati makanan dan minuman menuju berguling-guling di tanah, dari kejinakan hati karena kebersamaan menuju kegelisahan karena kesendirian, dan dari tempat tidur yang empuk menuju tempat rebah yang keras.

Maka perhatikanlah, adakah mereka menemukan benteng dan kemuliaan yang melindungi dari kematian?Adakah dinding dan penjagaan yang mampu menolaknya?Perhatikan pula firman Allah SWT ini?

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: 

وَكَمْ اَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِّنْ قَرْنٍۗ هَلْ تُحِسُّ مِنْهُمْ مِّنْ اَحَدٍ اَوْ تَسْمَعُ لَهُمْ رِكْزًا 

Wa kam ahlaknā qablahum min qarn(in), hal tuḥissu minhum min aḥadin au tasma‘u lahum rikzā(n).

Betapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka. Apakah engkau (Nabi Muhammad) melihat salah seorang dari mereka atau mendengar bisikan mereka? (QS Maryam Ayat 98)

Read Entire Article
Politics | | | |