China Jaga Hubungan dengan Venezuela Pasca Penangkapan Maduro

13 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING, – Kementerian Luar Negeri China menegaskan tetap menjaga komunikasi dan kerja sama dengan pemerintahan sementara Venezuela setelah Amerika Serikat menangkap Presiden Nicolas Maduro. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menekankan pentingnya hubungan dengan Venezuela dalam konferensi pers di Beijing, Jumat (9/1).

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, melalui media sosial menyatakan telah bertemu dengan Duta Besar China untuk Venezuela, Lan Hu, pada Kamis (8/1). Rodriguez mengapresiasi sikap tegas China yang mengutuk pelanggaran hukum internasional dan kedaulatan Venezuela terkait penangkapan Maduro dan Cilia Flores oleh AS pada 3 Januari 2025.

Mao Ning menambahkan bahwa apapun perubahan politik di Venezuela, China tetap berkomitmen untuk memperdalam kerja sama di berbagai bidang dan mempromosikan pembangunan bersama. China akan terus mendukung Venezuela dalam menegakkan kedaulatan dan keamanan nasionalnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil menegaskan kembali komitmen Caracas untuk memperkuat perjanjian ekonomi dan perdagangan dengan China. Gil menekankan bahwa hubungan bilateral tersebut didukung oleh kerangka hukum internasional.

Kerja Sama dan Investasi China di Venezuela

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump meminta agar Venezuela menghentikan kerja sama dengan negara-negara seperti Rusia, China, Iran, dan Kuba, dan bekerja sama secara eksklusif dengan AS dalam produksi minyak. Trump juga mengungkapkan bahwa otoritas sementara Venezuela telah menyepakati penyerahan antara 30 hingga 50 juta barel minyak kepada AS.

Meski demikian, data dari Petroleos de Venezuela s.a. (PDVSA) menunjukkan bahwa pada November 2025, Venezuela mengekspor 952.000 barel minyak per hari, dengan 778.000 barel dikirim ke Tiongkok. Ini memberikan Beijing pangsa 81,7 persen dari ekspor minyak Venezuela.

China telah menginvestasikan 2,1 miliar dolar AS dalam industri minyak Venezuela sejak 2016. Selain itu, China memberikan pinjaman, utang, dan investasi modal sebesar 106 miliar dolar AS kepada Venezuela antara tahun 2000 dan 2023, dengan utang Venezuela saat ini diperkirakan mencapai 17-19 miliar dolar AS.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Politics | | | |