Dalih Lindungi Demonstran, Amerika Serikat tak akan Ragu Perangi Iran

2 hours ago 5

Para pelayat membawa peti mati selama prosesi pemakaman untuk anggota pasukan keamanan dan warga sipil yang dilaporkan tewas dalam protes pada hari Ahad, di tengah gejolak anti-pemerintah yang terus berkembang, di Teheran, Iran, 11 Januari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Juru bicara Gedung Putih Carolyn Levitt menegaskan pemerintahan Presiden AS terus memantau situasi dengan Iran secara ketat.

Dia menekankan semua opsi, termasuk opsi militer, tetap terbuka jika diperlukan, meskipun diplomasi tetap menjadi pilihan pertama dan prioritas utama bagi presiden.

Levitt menjelaskan dalam konferensi pers di Gedung Putih, dikutip dari Aljazeera, Selasa (13/1/2026) pernyataan yang didengar secara terbuka dari rezim Iran berbeda dengan pesan yang diterima secara tidak terbuka oleh pemerintahan AS.

Dia menegaskan AS tertarik mempelajari pesan-pesan tersebut dengan seksama dan bahwa Presiden tidak akan ragu untuk menggunakan opsi apa pun yang dianggapnya tepat.

Sementara itu, utusan Steve Witkow terus memainkan peran penting dalam pembicaraan diplomatik dengan pejabat Iran.

Levitt menambahkan, tujuan dari diskusi yang sedang berlangsung adalah untuk mencegah eskalasi atau korban jiwa lebih lanjut di jalanan Iran.

Dia menegaskan, Washington tetap berkomitmen untuk memantau aktivitas nuklir Iran dengan cermat, sambil mempertahankan semua alat tekanan dan mengendalikan jalannya negosiasi.

Di lokasi terpisah, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan jika Washington ingin menguji opsi militer yang telah dicobanya sebelumnya, negaranya siap, sambil menuduh Amerika Serikat dan Israel berusaha menciptakan kekacauan internal.

Dalam wawancara khusus dengan Aljazeera, dikutip Selasa (13/1/2026) Araghchi menegaskan negaranya siap menghadapi semua opsi dan menyatakan harapannya bahwa Washington akan memilih apa yang dia sebut sebagai opsi bijaksana.

Dia menambahkan negaranya lebih siap secara militer dibandingkan dengan perang terakhir, sambil memperingatkan upaya untuk menyeret Amerika Serikat ke dalam perang demi kepentingan Israel, dan menuduh Washington sekaligus Tel Aviv berusaha menciptakan kekacauan internal.

Read Entire Article
Politics | | | |