Detik-Detik Agen Federal Menyita Pistol Perawat Sebelum Menembaknya Hingga Mati di Minneapolis

3 hours ago 3

Pengunjuk rasa berkumpul dalam aksi menolak deportasi Muslim di Minneapolis, Minnesota, AS, 17 Januari 2026. Aksi ini sebagai bagian dari tindakan keras imigrasi federal yang melibatkan lebih dari 2.000 agen dari Border Patrol, Immigration and Customs Enforcement (ICE), dan Homeland Security Investigations (HSI).

REPUBLIKA.CO.ID, MINNEAPOLIS — Seorang warga ditembak mati oleh petugas penegak hukum federal pada Sabtu (24/1/2026) di Minneapolis, Amerika Serikat (AS). Pembunuhan tersebut merupakan peristiwa kedua yang terjadi dalam kurun waktu kurang dari tiga pekan di kota tersebut.

Guardian melaporkan, video yang beredar pada Sabtu pagi, yang bertempat sesuai dengan lokasi penembakan yang dirilis otoritas setempat, menunjukkan seorang pria dibanting ke tanah oleh beberapa petugas sebelum ditembak beberapa kali. Setidaknya, dua petugas terlihat mengarahkan senjata kepada pria tersebut.

Video kedua dalam versi lebih lengkap diunggah oleh Drop Site News. Video tersebut menunjukkan bahwa pria yang ditembak tampak membela seorang wanita

yang didorong ke tanah oleh petugas federal. Petugas itu kemudian menyemprotkan bahan kimia berkali-kali ke pria tersebut sebelum membantingnya ke jalan bersama agen lainnya.

Saat setidaknya lima agen mengelilingi pria yang sudah di tanah, satu agen tampak menembaknya dari jarak dekat, diikuti rentetan 10 tembakan lagi.

Guardian mengutip analisis pakar sumber terbuka dari Bellingcat, tampak menangkap suara tembakan pertama yang menyebabkan para agen mundur dari pria itu sebelum salah seorang petugas menembaknya berulang kali di tanah.

Setidaknya satu analis menyatakan bahwa video awal mungkin menunjukkan pria yang ditembak sempat dilucuti senjatanya sebelum tembakan dilepaskan. Bukti visual dalam video kedua konsisten dengan interpretasi bahwa senjata api tampak diambil oleh satu agen tepat sebelum agen lain menembaknya.

Eliot Higgins, pendiri outlet investigasi sumber terbuka Bellingcat, dalam analisis di Bluesky mencatat sulit untuk menerima begitu saja pernyataan pemerintah Trump setelah penembakan Good. "Perlakukan klaim pemerintah AS dan ICE seperti klaim pemerintah Rusia setelah mereka menembak jatuh pesawat atau membom rumah sakit," tulis Higgins. "Amerika 2026."

Read Entire Article
Politics | | | |