Presiden Prabowo Subianto (ketiga kanan) menyaksikan Presiden AS Donald Trump (C) memegang piagam pendirian Dewan Perdamaian saat World Economic Forum (WEF) 2026 di Congress Hall, Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

Oleh : Dina Y Sulaeman, dosen Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA Presiden Trump baru meresmikan “Board of Peace” (BoP - Dewan Perdamaian).
Jika merujuk langsung kepada Piagam BoP ini, Gaza sama sekali tidak disebut-sebut; sehingga menyebutnya sebagai “Dewan Perdamaian Gaza” (sebagaimana banyak dikutip media massa) sesungguhnya menyesatkan.
Piagam BoP disusun ala Piagam PBB, sehingga berpotensi sebagai organisasi tandingan yang menyaingi peran PBB dalam urusan perdamaian.
Tentu saja, bedanya, PBB beranggotakan negara-negara yang bergabung dengan sukarela, sementara anggota BoP berdasarkan undangan dan persetujuan ketua dewan ini, yaitu Trump.
Di Piagam BoP disebutkan, "Dewan Perdamaian adalah organisasi internasional yang berupaya mempromosikan stabilitas, memulihkan pemerintahan yang dapat diandalkan dan sah, dan mengamankan perdamaian abadi di daerah-daerah yang terkena dampak atau terancam konflik.”
Proyek pertama BoP adalah membangun kembali Gaza. Dalam acara peresmian BoP di Davos, Presiden AS Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa proyek Gaza akan “sangat berhasil” dan menyebutnya sebagai sesuatu yang “menakjubkan untuk disaksikan.”
"Saya seorang orang real estate sejati ... dan saya berkata, lihat lokasi di laut ini. Lihatlah properti yang indah ini," kata Trump. Maksudnya, dari sudut pandang pengembang properti, Gaza adalah lokasi tepi laut yang indah dan berpotensi menjadi aset bernilai tinggi bagi banyak orang.
Dalam forum yang sama, menantu Trump, Jared Kushner, memperkenalkan master plan (rencana induk) pembangunan Gaza, berupa gambaran kota modern berisi menara apartemen bertingkat dan promenade hijau di tepi laut.

2 hours ago
1















































