REPUBLIKA.CO.ID, CIKARANG -- Digital Edge mengumumkan dua pencapaian penting di kampus data center CGK berkapasitas 500MW yang berlokasi di Bekasi, Jakarta Raya, yaitu penyelesaian struktur (topping out) gedung pertama, CGK1, serta penandatanganan perjanjian baru dengan PT PLN (Persero) untuk meningkatkan pasokan listrik yang telah diamankan menjadi 1,45 GW bagi kampus tersebut.
Ini merupakan komitmen daya terbesar yang pernah diamankan untuk satu kampus pusat data di Indonesia. Pencapaian ini semakin mempertegas kemampuan Kampus CGK mendukung pertumbuhan pesat kebutuhan infrastruktur hyperscale dan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.
Diamankan sejak tahap awal pengembangan proyek, perjanjian pasokan listrik sebesar 1,45 GW ini — yang disusun dalam skema 2 x 725 MVA melalui dua jalur suplai independen — dirancang untuk menghadirkan arsitektur kelistrikan dual-feed yang andal guna menunjang beban kerja mission-critical, termasuk AI dan komputasi awan.
Dengan pasokan daya yang sepenuhnya terjamin untuk seluruh kawasan Kampus CGK, kerja sama ini mencerminkan komitmen bersama dalam memastikan Indonesia memiliki fondasi kelistrikan berskala besar yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Seiring percepatan adopsi AI, ketersediaan kapasitas listrik yang besar, stabil, dan dapat diandalkan sejak awal menjadi faktor krusial dalam pengembangan pusat data yang skalabel dan berkinerja tinggi.
Dengan total investasi sebesar US$4,5 miliar, CGK Campus dibangun khusus untuk beban kerja AI dan komputasi intensif data, dengan infrastruktur yang tangguh dan efisien secara energi.
Fasilitas ini dirancang untuk menargetkan annualized PUE terdepan di industri sebesar 1,25, meraih sertifikasi LEED, mengintegrasikan sistem daur ulang air dan energi terbarukan, serta menerapkan teknologi pendinginan cair untuk mendukung workload AI.
Dikembangkan sesuai kebutuhan pelanggan yang telah berkomitmen, CGK1 dijadwalkan siap beroperasi pada Q4 2026, diikuti gedung kedua dan ketiga masing-masing pada Q1 dan Q2 2027.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menegaskan, PLN terus berperan aktif dalam memperkuat ekosistem digital nasional, termasuk pengembangan sektor data center, melalui penyediaan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan.
“Pertumbuhan industri data center mencerminkan semakin pesatnya perkembangan ekosistem digital di Indonesia. Melalui kolaborasi ini, PLN berkomitmen menghadirkan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan guna mendukung kebutuhan sektor strategis ini, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara,” ujar Darmawan.
Stephanus Oscar, CEO Digital Edge Indonesia menjelaskan, topping out CGK1, yang didukung perjanjian pasokan listrik terbesar dalam sejarah pusat data Indonesia, mencerminkan keyakinan perusahaan terhadap pertumbuhan digital jangka panjang negeri ini.
“Bersama PLN, kami tidak sekadar membangun pusat data. Kami kami sedang meletakkan fondasi agar Indonesia dapat bersaing di level tertinggi ekonomi AI global. CGK Campus dirancang untuk tumbuh seiring dengan ambisi bangsa,’’ katanya dalam keterangan, Senin (8/6/2026).
CGK Campus berlokasi strategis kurang dari 15 kilometer dari klaster pusat data besar lainnya di kawasan Cikarang, dan sekitar 40 kilometer dari fasilitas EDGE1 dan EDGE2 milik Digital Edge di pusat kota Jakarta, menawarkan akses low-latency ke distrik bisnis utama sekaligus memperkuat ekosistem digital Indonesia secara menyeluruh.
Kampus ini akan ditopang jaringan serat optik dan aset telekomunikasi Indonet, anak perusahaan telekomunikasi milik penuh Digital Edge di Indonesia, termasuk jalur serat optik baru yang dibangun 100 persen di bawah tanah untuk meningkatkan keandalan dan ketahanan jaringan secara signifikan.

5 hours ago
8

















































