Mayjen Javier Marcano Tabata dilaporkan menjual informasi ke AS hingga Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap.
REPUBLIKA.CO.ID, CARACAS -- Nama Mayjen Javier Marcano Tabata telah menarik perhatian yang tidak biasa dalam beberapa bulan terakhir. Hal itu menyusul laporan di media internasional dan regional bahwa ia mungkin telah ditahan atau disingkirkan oleh otoritas Venezuela.
Tabata sebelumnya dianggap sebagai tokoh tepercaya dalam aparat keamanan negara. Dia kini dikaitkan dengan tuduhan ketidaksetiaan yang mencerminkan ketegangan mendalam di dalam struktur kekuasaan Venezuela. Hal itu setelah pasukan Delta Force dapat dengan mudah menculik Presiden Nicolas Maduro dan istrinya dari kediamannya di Caracas pada pekan lalu.
Dikutip dari Knowinsiders, Jumat (9/1/2026), Tabata adalah seorang perwira militer senior Venezuela yang naik pangkat selama konsolidasi kekuasaan di bawah Presiden Nicolas Maduro. Dia paling dikenal karena memegang posisi kunci di unit keamanan dan intelijen elite yang bertanggung jawab untuk melindungi kepresidenan dan memantau ancaman internal di dalam angkatan bersenjata.
Menurut beberapa sumber, Marcano Tabata menjabat sebagai kepala Guardia de Honor Presidencial, unit elite yang bertugas menjaga Presiden Maduro dan Istana Kepresidenan. Dia juga dikaitkan dengan peran kepemimpinan di DGCIM, direktorat kontra intelijen militer Venezuela yang berpengaruh.
Menteri Komunikasi dan Informasi Reddy Nanez mengatakan, "Pelaksana Tugas Presiden Rodríguez menunjuk Gustavo Gonzalez Lopez sebagai komandan baru kantor keamanan presiden dan direktur badan intelijen antiterorisme." "Pelaksana Tugas Presiden menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi dan loyalitas mantan Wakil Menteri Tabata yang ditunjukkan selama masa jabatannya," kata Nanez.
Hanya saja, ia tidak memberikan rincian spesifik tentang status Tabata saat ini. Beberapa pihak mengeklaim, Tabata diam-diam bekerja sama dengan Amerika Serikat. Stasiun televisi lokal, TV Venevisión, mengutip seorang pejabat yang terlibat dalam penangkapan Tabata, mengkritik bahwa, "Tabata tidak hanya mengabaikan tugasnya tetapi juga menjual kedaulatan kepada penawar tertinggi, Amerika Serikat."

1 week ago
19















































