Koin emas Inggris bertuliskan kalimat tauhid.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Dinar Inggris bertuliskan lafaz tauhid dan kalimat Muhammad utusan Allah pernah ditemukan.
Sebab penemuan dinar ini di Roma dan tidak ditemukannya di Inggris mendorong beberapa sejarawan untuk menafsirkannya sebagai semacam balas dendam terhadap kepausan, karena raja Murcia dan Pulau Inggris membayar upeti tahunan sebesar 364 dinar emas.
Penjelasan ini didasarkan pada perselisihan sejarah yang diketahui antara Offa Rex dan para pendeta Inggris di satu sisi dan Paus di Roma di sisi lain, serta perselisihannya dengan Charlemagne di sisi lain, karena Ova memperlakukannya sebagai lawan yang setara.
Seperti yang disebutkan oleh Mustafa al-Kanani dalam bukunya, sikap Vatikan dan Gereja Katolik Roma yang menentang ungkapan-ungkapan tersebut setelah era Offa dan selama periode Perang Salib, menunjukkan bahwa mereka tidak akan menerima para pengikutnya, termasuk Offa, membayar upeti tahunan dengan mata uang yang mencantumkan ungkapan-ungkapan Islam yang jelas seperti dinar ini.
Sebagai contoh, para pangeran Salib di Tripoli dan Sidon mencetak koin yang mencantumkan nama Nabi Muhammad SAW dan tahun Hijriyah.
Namun, utusan Paus yang menyertai kampanye Perang Salib Louis IX menolak menerima koin-koin tersebut, sehingga tidak mungkin bagi Kepausan di Roma, yang sedang berada di puncak kekuatannya, untuk menerima koin dari Inggris sebagai upeti dari raja Kristen yang mencantumkan tulisan-tulisan tersebut, kecuali jika raja tersebut memeluk agama lain.
Pola mata uang dinar emas Offa, yang bertuliskan kalimat tauhid, sangat mirip dengan Dinar Abbasiyah Baghdad, bukan dinar Maroko atau Andalusia.
Hal ini menunjukkan bahwa Offa memiliki hubungan yang erat dengan penguasa Abbasiyah, dan bahwa dia mengizinkan pedagang Muslim memasuki Inggris pada abad ke-8 Masehi untuk bertukar barang sesuai dengan hubungan perdagangan timbal balik antara kedua belah pihak.

2 hours ago
3















































