Para pelayat membawa peti mati selama prosesi pemakaman untuk anggota pasukan keamanan dan warga sipil yang dilaporkan tewas dalam protes pada hari Ahad, di tengah gejolak anti-pemerintah yang terus berkembang, di Teheran, Iran, 11 Januari 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Jutaan warga membanjiri jalan-jalan di berbagai kota di Iran pada Senin (12/1/2026) pagi. Mereka mengikuti parade unjuk rasa bertajuk "Solidaritas Nasional dan Penghormatan untuk Perdamaian serta Persahabatan." Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap kerusuhan bersenjata yang terjadi belakangan ini. Demonstrasi ini menegaskan dukungan terhadap Republik Islam Iran.
Menurut koresponden Al Mayadeen di Iran, para pengunjuk rasa yang menyebar di berbagai provinsi itu mengibarkan bendera Republik Islam Iran dan meneriakkan slogan-slogan anti-Amerika Serikat dan anti-Israel. Mereka menegaskan penolakan terhadap campur tangan asing dalam urusan domestik Iran.
Warga Iran turun ke jalan untuk mengecam kerusuhan bersenjata dan kekacauan yang menyertainya, sambil menekankan komitmen mereka pada keamanan dan stabilitas negara.
Beberapa kota di Iran juga menggelar prosesi pemakaman bagi mereka yang menjadi korban dalam kerusuhan bersenjata, bertepatan dengan dimulainya unjuk rasa besar-besaran ini. Televisi pemerintah Iran menayangkan siaran langsung dari protes di berbagai kota, termasuk Zahedan, Birjand, dan Kerman di wilayah tenggara negara itu.
Sehari sebelumnya, pemerintah Iran dan Garda Revolusi Islam menyerukan partisipasi luas dalam unjuk rasa solidaritas nasional untuk menegaskan dukungan terhadap stabilitas serta menolak kerusuhan dan intervensi asing. Mereka menekankan hak untuk melakukan protes damai, sembari menyalahkan Amerika Serikat dan Israel atas aksi sabotase dan kematian para pengunjuk rasa.
Provinsi Kermanshah di barat Iran menjadi saksi demonstrasi besar-besaran pada Ahad kemarin yang mengecam kerusuhan bersenjata di berbagai wilayah negeri Mullah tersebut. Pengunjuk rasa mengumandangkan slogan "Mati untuk Amerika" dan "Mati untuk Israel", menyuarakan penentangan keras terhadap segala bentuk campur tangan asing.
Di tengah ketegangan yang meningkat, Iran menggelar pemakaman umum bagi anggota Pasukan Keamanan Dalam Negeri yang gugur dalam kerusuhan. Prosesi serupa digelar di Bojnurd, Gachsaran, dan Ilam untuk menghormati personel keamanan yang tewas dalam kekerasan terkini.

4 hours ago
4











































