Eks Bos Mossad Serukan Iran Digempur sampai Rezim Tumbang: Itu Akan Terjadi

3 hours ago 6

loading...

Mantan Kepala Mossad David Barnea (kanan) serukan Israel dan AS untuk terus menggempur Iran sampai rezimnya tumbang. Foto/Gov.il

TEL AVIV - Mantan Kepala Mossad David Barnea mengatakan tidak ada pilihan selain meningkatkan serangan terhadap Iran sampai rezim yang berkuasa saat ini jatuh. Barnea percaya rezim Iran nantinya akan tumbang.

“Menurut penilaian saya, tidak ada pilihan selain meningkatkan tindakan ekonomi, diplomatik, dan operasional terhadap rezim ini sampai rezim tersebut jatuh—dan itu akan terjadi,” kata Barnea dalam pernyataan terbuka pada sebuah upacara penghormatan yang digelar untuknya oleh Pemerintah Kota Yerusalem pada hari Kamis.

Baca Juga: Terungkap, Erdogan Jegal Operasi Rahasia Mossad dan CIA Gulingkan Rezim Iran

Barnea, yang digantikan Roman Gofman sebagai kepala Mossad pada Juni setelah lima tahun menjabat, mengatakan: "Rakyat Iran menginginkan kejatuhan [rezim]. Mereka membutuhkan hal itu [terjadi] agar dapat melihat secercah harapan. Dunia Barat yang tercerahkan juga menginginkannya, dipimpin oleh Amerika Serikat dan Israel, yang kini lebih bertekad dari sebelumnya.”

Mantan bos Mossad itu juga mengatakan bahwa perang melawan Iran selama setahun terakhir telah menunjukkan bahwa jelas bagi seluruh dunia bahwa persoalan Iran bukan hanya masalah Israel.

“Dunia mulai memahami bahwa jika masalah ini tidak diselesaikan, dampaknya akan menjangkau semua orang dan ke mana pun—baik melalui rudal balistik, terorisme, maupun pengembangan senjata nuklir pemusnah massal," paparnya, seperti dikutip dari Times of Israel, Jumat (28/8/2026).

Sekadar diketahui, Mossad adalah badan intelijen Israel untuk operasi asing. Badan mata-mata Zionis ini sebelumnya telah memecat dua pejabat tingginya karena rencana menggulingkan rezim Iran gagal terlaksana.

Kirim Netanyahu ke Neraka

Sementara itu, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, memperingatkan Israel agar tidak memicu kembali perang dengan Iran.

Read Entire Article
Politics | | | |