ESDM Tingkatkan Produksi Minyak Antisipasi Gejolak Venezuela

2 weeks ago 17

Seorang wanita mengendarai sepeda bersama seorang anak melintas di depan anjungan pengeboran minyak di Cabimas, Venezuela, 18 Desember 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan peningkatan produksi minyak nasional menjadi salah satu langkah antisipasi Indonesia terhadap gejolak geopolitik, termasuk gejolak politik yang terjadi di Venezuela. Langkah peningkatan produksi minyak nasional meliputi optimalisasi penggunaan teknologi dan teknik produksi, seperti fracking, enhanced oil recovery (EOR), serta horizontal drilling untuk meningkatkan produksi minyak.

“Sebagai antisipasi, kami terus meningkatkan cadangan strategis minyak nasional serta optimalisasi produksi,” ujar Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (6/1/2026).

Selain itu, pemerintah juga menawarkan reformasi fiskal, percepatan perizinan, serta peningkatan investasi eksplorasi di wilayah frontier guna menarik minat investor hulu migas.

Peningkatan produksi juga diupayakan pemerintah melalui reaktivasi sekitar 4.500 sumur idle.

“Kondisi ini (situasi Venezuela) terus dipantau,” ucap Anggia.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan pemerintah belum melihat dampak langsung dari situasi di Venezuela terhadap pasokan maupun harga bahan bakar minyak (BBM) saat ini.

“Kita sumber crude-nya itu bukan dari sana, jadi dari wilayah lain. Jadi masih stabil,” kata Laode usai penutupan Posko Nasional Sektor ESDM Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 di Jakarta, Senin (5/1).

Laode menambahkan, pemerintah tetap melakukan langkah antisipasi dan pemantauan perkembangan situasi, termasuk potensi dampaknya terhadap harga minyak dunia.

“Antisipasi itu selalu ada,” ujarnya.

Pernyataan tersebut merespons gejolak politik yang berlangsung di Venezuela. Media internasional memberitakan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan militer ke Ibu Kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu (3/1).

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Politics | | | |