REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat (Jabar), Farabi El Fouz, menegaskan penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial tetapi membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, dan masyarakat.
"Penanganan stunting butuh sinergi berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan. Ini bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan tetapi pekerjaan bersama agar kualitas sumber daya manusia ke depan semakin baik," kata Farabi, Ahad (12/7/2026).
Menurut Farabi, stunting merupakan persoalan yang terkait erat kualitas generasi masa depan.
Karena itu, penanganannya harus dilakukan komprehensif, mulai dari pemenuhan gizi, peningkatan kesehatan ibu dan anak, perbaikan sanitasi, akses layanan kesehatan, hingga penguatan edukasi kepada keluarga mengenai pola asuh yang tepat.
Ia menilai berbagai intervensi perlu terus diperkuat karena Jabar masih menghadapi tantangan besar dalam menekan angka stunting. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang dirilis Kementerian Kesehatan, prevalensi stunting di Jabar turun menjadi 15,9 persen.
Meski demikian, dengan sekitar 638,3 ribu balita mengalami stunting, Jabar masih menjadi provinsi dengan jumlah kasus terbanyak di Indonesia seiring besarnya jumlah penduduk.
Farabi, yang juga berprofesi sebagai dokter spesialis anak, mengatakan upaya pencegahan harus dimulai sejak masa kehamilan hingga periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang menjadi fase paling penting dalam tumbuh kembang anak.
"Intervensi sejak kehamilan sampai 1.000 hari pertama kehidupan harus menjadi prioritas. Kualitas layanan posyandu dan puskesmas, pemenuhan gizi ibu dan anak, serta edukasi gizi seimbang juga perlu terus diperkuat agar penanganan stunting semakin efektif," ujarnya.
Ia berharap berbagai program penurunan stunting tidak hanya berorientasi pada pencapaian target statistik, juga benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Farabi menambahkan, keberhasilan menurunkan angka stunting akan menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi Jabar yang sehat, cerdas, produktif, dan memiliki daya saing pada masa mendatang.
"Jika penanganan dilakukan konsisten dan kolaboratif, kita tidak hanya menurunkan angka stunting, juga membangun kualitas sumber daya manusia Jawa Barat untuk masa depan," katanya menegaskan.

9 hours ago
5
















































