Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan (kanan), hadir pada Festival Prawirotaman 2026 di Java Villas & Boutique Hotel, Kota Yogyakarta, DIY, Jumat (21/8/2026),
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA--Untuk membangkitkan kembali semangat seni batik kontemporer dan mendorong regenerasi pembatik muda di Yogyakarta, Festival Prawirotaman 2026 pada pameran 'Contemporary Art Batik' resmi digelar pada 21-23 Agustus 2026 lalu. Pameran ini menampilkan sekitar 50 karya seni batik unik dari 30 pembatik muda serta sejumlah seniman senior.
Dari total peserta, sebanyak 25 pembatik muda merupakan pembatik binaan Dekranasda DIY yang bekerja sama dengan Bank Indonesia, ditambah dengan lima anak didik Ketua Fashion On The Street (FOS) Prawirotaman, Lia Mustafa.
Menurut Lia, pembatik tidak boleh hanya berfokus pada industri jualan semata, melainkan juga harus mampu diapresiasi lewat karya seni yang berdampak pada penguatan industri itu sendiri.
Pameran ini didukung oleh para seniman senior Yogyakarta yang ikut menyumbangkan karya-karya mereka, seperti Astuti, Bebin, Nur, dan Andre. Karya-karya yang dipajang mengusung konsep contemporary art batik yang memberikan kebebasan berekspresi tanpa batas.
Lia menjelaskan bahwa sejak bulan Juli, para pembatik muda telah dibekali pelatihan yang tidak hanya mengasah teknik tradisional, tetapi juga memperkenalkan sentuhan teknologi dalam pembuatan batik.
"Batik itu adalah sebuah proses, itu yang tetap harus kita jaga, namun kita tidak boleh tabu bahwa teknologi ada di sekitar kita," ujar Ketua Fashion On The Street, Lia Mustafa, pekan lalu.
Selain sebagai wadah apresiasi seni, acara ini juga membawa misi untuk 'membangunkan kembali' kawasan Prawirotaman yang secara historis dikenal sebagai sentra pembatik. Rangkaian acara Festival Contemporary Art Batik semakin semarak dengan hadirnya pertunjukan budaya, termasuk penampilan dari 100 penari Line Dance.
Lia mengatakan bahwa saat ini aktivitas pembatik di Prawirotaman mulai berkurang dan hanya tersisa beberapa pembatik senior. Ia berharap kawasan ini dapat kembali aktif dan menjadi wadah kolaborasi bersama para pelaku industri pariwisata dan perhotelan setempat.
Apresiasi tinggi juga disampaikan oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan. Beliau menekankan pentingnya membangun ekosistem seni dan pariwisata yang terintegrasi dan berdampak luas. Pihaknya mendorong agar kegiatan seni dan budaya di Prawirotaman tidak lagi dipandang sebatas skala kecamatan, melainkan diangkat menjadi agenda tingkat kota hingga provinsi.

3 hours ago
6

















































