Fokus Baru Pemkab Bandung Barat Usai Status Tanggap Darurat Bencana Longsor Dicabut

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengatakan, pemkab sudah beralih fokus untuk melakukan pemulihan pascabencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Status tanggap darurat bencana diketahui telah resmi dicabut pada Jumat (6/2/2026).

"Saya ingin warga segera pulih dari bencana. Apalagi kemarin saya sudah salurkan bantuan untuk hunian sementara dan sekarang proses hunian tetap sedang berjalan dengan mencari lahan yang representatif," kata Jeje saat dikonfirmasi, Sabtu (7/2/2026).

Jeje mengaku sudah menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Bandung Barat untuk segera turun ke lapangan melakukan pendataan menyeluruh dan melakukan pemulihan pascabencana yang menerjang pada Sabtu (24/1/2026).

"Saya juga tadi sudah mengarahkan para dinas untuk cek ke sana, mendata infrastruktur rusak seperti sekolah, akses jalan, serta kondisi ekonomi warga karena banyak yang kehilangan pekerjaan," ujar Jeje.

Dia menjelaskan, upaya perbaikan infrastruktur dan pemulihan sosial ekonomi akan dilakukan secara bertahap dan terintegrasi. Pemerintah daerah juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak.

"Jadi sambil pembenahan infrastruktur dan lainnya berjalan, saya harap semuanya segera pulih. Kita juga kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dari pusat. Bantuan sangat banyak, alhamdulillah banyak yang membantu Bandung Barat," kata Jeje.

Jeje melanjutkan, meski tanggap darurat sudah dihentikan namun dirinya berharap korban tersisa tetap ditemukan Tim SAR gabungan yang tetap melakukan secara mandiri. Ia menyebut seluruh keluarga telah mengikhlaskan peristiwa tersebut.

"Pada dasarnya seluruh keluarga sudah mengikhlaskan, jadi sepertinya tanggap darurat bencana kita cabut hari ini. Namun pihak Basarnas tetap melaksanakan pencarian secara mandiri," ujar Jeje.

Bencana longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) mengakibatkan 48 rumah rusak, 532 warga mengungsi, serta 80 orang dilaporkan hilang. Hingga Jumat (6/2/2026), Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 94 kantung jenazah. Dari jumlah tersebut, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat telah mengidentifikasi 70 jenazah dari 73 bodypack, sementara 19 bodypack lainnya masih dalam proses identifikasi lanjutan.

Read Entire Article
Politics | | | |