Forum Davos dan Matinya Tatanan Dunia Internasional: Elite Dunia Meradang RI Malah Merapat Datang?

2 hours ago 1

Presiden Prabowo Subianto (ketiga kanan) menyaksikan Presiden AS Donald Trump (C) memegang piagam pendirian Dewan Perdamaian saat World Economic Forum (WEF) 2026 di Congress Hall, Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Ketika mengumumkan penghentian pengajaran mata kuliah hukum internasional karena dianggap tidak lagi penting, akademisi Lebanon Kamal Habib berpendapat bahwa kesadaran akan sistem dunia adalah respons yang tepat terhadap sikap pemerintah yang hanya menonton Israel melakukan kekacauan dan menghancurkan tanaman dan hewan ternak di Gaza dan di seluruh wilayah Timur Tengah.

Hal itu terjadi pada 2023, ketika Amerika Serikat dipimpin oleh Joe Biden, seorang politisi veteran yang secara prinsip lebih memilih alat-alat soft power dan terus menegaskan keyakinannya terhadap tatanan dunia dan lembaga-lembaga internasional yang menjadi rujukan umat manusia setelah melalui dua perang dunia: 1914-1918 dan 1939-1945.

Namun, kematian tatanan dunia menjadi semakin nyata setelah Donald Trump kembali ke Gedung Putih, di mana dia memberi Pentagon nama Kementerian Perang alih-alih Pertahanan, lalu tanpa ragu-ragu mengumumkan keinginannya untuk mengubah sistem negara-negara tertentu dan merebut negara-negara lain.

Dan memang demikianlah yang terjadi. Pada 22 Juni lalu, Presiden AS mengirimkan pesawat pembom B-2 ke langit Iran dan menghujani negara itu dengan bom-bom yang tidak pernah digunakan dalam beberapa dekade terakhir, serta menegaskan bahwa dia telah memundurkan program nuklir Iran lebih dari 70 tahun ke belakang.

Kemudian Trump mengatakan kepada dunia bahwa kekuatan tidak lagi peduli dengan norma-norma dan etika yang telah lama mapan, sehingga dia mengirim tentara ke presiden negara merdeka dan membawanya pada malam hari dari istananya ke kapal di tengah laut, lalu ke pesawat yang membawanya ke New York, dia kemudian ditampilkan di depan kamera, seperti penjahat kecil yang ditangkap polisi saat mencuri tabung gas dari sebuah rumah di lingkungan miskin.

Secara praktis, Konvensi Wina 1969 telah runtuh, dan perjanjian internasional yang ditandatangani pada 1973 untuk mencegah dan menghukum orang-orang yang dilindungi secara internasional telah dilanggar.

Sebelum dunia pulih dari keterkejutannya melihat Presiden Venezuela diborgol di New York, Trump kembali menegaskan bahwa dia tidak akan mundur dari niatnya untuk menguasai pulau Greenland, kemudian naik ke podium Davos dan menyerang Eropa dengan kata-kata kasar, ejekan, dan ancaman.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |