REPUBLIKA.CO.ID, MANGGARAI BARAT -- PT Sumbawa Timur Mining (STM), pengelola eksplorasi tembaga Proyek Hu’u di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyalurkan bantuan logistik senilai lebih dari Rp 270 juta bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut disalurkan sebagai bagian dari gerakan ESDM Siaga Bencana untuk mendukung respons darurat dan pemulihan masyarakat terdampak bencana. Bantuan mencakup kebutuhan sandang, pangan, dan papan.
Gerakan ESDM Siaga Bencana merupakan aksi kolektif Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama berbagai perusahaan pertambangan di Indonesia untuk mendukung penanganan bencana. Melalui gerakan ini, kontribusi dari berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat respons terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Sebelumnya, pada Sabtu (15/8), gempa tektonik bermagnitudo 7,7 mengguncang sejumlah wilayah di Pulau Flores. Berdasarkan keterangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nasional, hingga Ahad (23/8), gempa besar tersebut dan ribuan gempa susulan lainnya menyebabkan 91 korban jiwa serta membuat 161 ribu orang mengungsi.
Sebagai bentuk solidaritas dan dukungan terhadap penanganan bencana, STM mengirimkan dua truk dari Kota Mataram, NTB, yang membawa berbagai jenis bantuan untuk kebutuhan di lokasi pengungsian. Beberapa jenis bantuan tersebut antara lain pakaian dewasa dan anak-anak, popok bayi, susu, makanan kaleng, obat-obatan, terpal, dan matras. Bantuan tersebut dikumpulkan di Posko AJU-I Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Tenaga Ahli BNPB sekaligus Komandan Posko AJU-I Labuan Bajo, Mayjen TNI Mochammad Luthfie Beta, menerima langsung bantuan logistik STM untuk para korban gempa. Menurutnya, bantuan tersebut telah sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. Ia pun segera berkoordinasi dengan tim BNPB untuk mengatur teknis pendistribusian bantuan.
“Yang disiapkan oleh PT Sumbawa Timur Mining sudah sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Saya juga sudah menyiapkan list dan informasi dari pemerintah setempat kebutuhan mendesak itu apa saja. Yang jelas makanan, kemudian tenda-tenda untuk warga bisa istirahat dengan tidak waswas, kemudian (digunakan juga untuk) dapur umum, dan perawatan pasien,” ujar Luthfie, Ahad (23/8), setelah serah terima bantuan dengan STM.
Ia juga menyampaikan bahwa bantuan logistik dari STM akan didistribusikan ke Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai Timur, dan Kabupaten Ngada.
“Jadi ada empat kabupaten, ya. Nanti masing-masing PIC (person in-charge) akan menentukan, akan mencari informasi ke mana saja kira-kira titik-titik (pendistribusian). Atau mana yang tidak bisa dijangkau lewat darat, (maka) kita datangi lewat udara,” ujarnya.
Head of Communications STM, Cindy Elza, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan salah satu wujud solidaritas STM sebagai bagian dari masyarakat di kawasan Nusa Tenggara.

7 hours ago
11

















































