Hadiri Pengukuhan Guru Besar UMJ, Wiranto Sebut Pendidikan Muhammadiyah Bukan Sekadar Dakwah

3 hours ago 3

Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purnawirawan) menghadiri pengukuhan empat Guru Besar dalam Sidang Terbuka Senat Universitas Muhammadiyah Jakarta, Selasa (13/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purnawirawan) menghadiri pengukuhan empat Guru Besar dalam Sidang Terbuka Senat Universitas Muhammadiyah Jakarta, Selasa (13/1/2026). Pada kesempatan itu, Wiranto mengatakan pendidikan Muhammadiyah bukan hanya dakwah Islam, tetapi juga sumbangsih nyata dalam mendirikan dan membangun bangsa.

Wiranto menjelaskan kemajuan universitas Muhammadiyah saat ini tidak dapat dilepaskan dari visi besar pendirinya, KH Ahmad Dahlan, yang lebih dari satu abad lalu merintis pendidikan Muhammadiyah. Menurutnya, KH Ahmad Dahlan mungkin tidak pernah membayangkan bahwa konsep pendidikan yang awalnya digagas sederhana akan berkembang menjadi kekuatan besar dalam pembangunan bangsa.

Wiranto juga mengucapkan selamat atas pengukuhan empat Guru Besar. Dia menyambut baik rencana penambahan dua Guru Besar lainnya di UMJ. Ia menyebut pencapaian tersebut sebagai sesuatu yang luar biasa dan sejalan dengan cita-cita nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Ini sejalan dengan amanat Presiden dan konstitusi, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Universitas Muhammadiyah telah membuktikan kegigihannya dalam mendidik anak bangsa,” ujarnya.

Ia menegaskan capaian Guru Besar merupakan puncak tertinggi dalam dunia akademik. Wiranto mengibaratkan jabatan tersebut setara dengan pangkat tertinggi dalam dunia militer.

Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Achmad Jaenuri, Ph.D., menegaskan pengukuhan Guru Besar merupakan bagian penting dalam penguatan sumber daya manusia unggul di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah.

“Pengukuhan Guru Besar bukan sekadar capaian akademik, tetapi tonggak pengabdian keilmuan yang harus berdampak bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi komitmen UMJ yang terus mendorong peningkatan kualitas akademik melalui penambahan Guru Besar. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan keseriusan perguruan tinggi Muhammadiyah dalam membangun kualitas kelembagaan sekaligus memperkuat daya saing global.

“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk menyiapkan generasi masa depan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan dan kemanusiaan,” katanya.

Read Entire Article
Politics | | | |