Harga Emas Diprediksi Tembus Rp 3 Juta per Gram Pekan Ini

3 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga emas dunia dan/atau logam mulia diprediksi bakal terus menanjak dan berpeluang menembus Rp 3 juta per gram pada pekan ini. Kenaikan harga emas dipengaruhi dinamika perpolitikan di Amerika Serikat (AS) serta masih bergulirnya tensi geopolitik di berbagai wilayah.

Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, per Selasa (13/1/2025), harga emas dunia telah bergerak ke level 4.591 dolar AS per troy ons, sedangkan harga logam mulia mencapai Rp 2,65 juta per gram.

“Seandainya harga emas menguat, kemungkinan resisten pertama di 4.650 dolar AS per troy ons, kemudian logam mulia di Rp 2,85 juta per gram. Jika naik kembali, resisten kedua di 4.700 dolar AS per troy ons. Berarti, dalam minggu ini ada kemungkinan besar harga emas dunia akan tembus di 4.700 dolar AS per troy ons dan logam mulia Rp 3,1 juta per gram,” ungkap Ibrahim dalam keterangan suara kepada wartawan, Selasa (13/1/2026).

Ibrahim menjelaskan, secara umum ada dua faktor yang memengaruhi harga emas terus mengalami kenaikan, yakni fenomena perpolitikan di AS serta persoalan geopolitik di sejumlah kawasan.

Terkait perpolitikan di AS, Gubernur The Fed Jerome Powell dikabarkan mendapatkan surat undangan dari Jaksa Agung AS terkait masalah pembangunan gedung Bank Sentral AS, yang kemungkinan besar akan diselidiki terkait pembengkakan atau penguapan dana. Sementara itu, dalam pidatonya, Powell menyampaikan pemanggilan tersebut berkaitan dengan indikasi upaya politis untuk menjatuhkannya dari posisi pimpinan The Fed menjelang masa pensiunnya pada Mei 2026.

Selain itu, kasus Gubernur The Fed Lisa Cook yang dipecat oleh Presiden AS Donald Trump juga masih menjadi sorotan. Kejaksaan Agung AS dikabarkan akan memanggil Lisa Cook. Hal tersebut menandakan Kejaksaan Agung membutuhkan kesaksian Lisa Cook terkait penyebab pemecatannya oleh Trump.

Di sisi lain, persoalan perang dagang AS masih menjadi salah satu topik utama perhatian. Isu tersebut juga disebut akan diangkat pada Januari ini oleh Kejaksaan Agung AS.

“Artinya, bukan di bulan Februari atau Maret 2026, tetapi di bulan Januari kemungkinan besar ada tiga agenda besar yang akan membuat perpolitikan AS memanas,” tuturnya.

Ibrahim menyebut, di samping itu juga terdapat pemilu sela pada kuartal I 2026 untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS. Ia memprediksi Partai Republik akan dikalahkan oleh Partai Demokrat, yang berpotensi menjadi awal proses pemakzulan atau impeachment terhadap Donald Trump karena kebijakan-kebijakan yang dinilai tidak sesuai dengan amanat undang-undang di AS.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |