Hujan Lebat Diprediksi Guyur Jakarta Sepekan ke Depan, Modifikasi Cuaca Dimulai

4 hours ago 7

Petugas memasang pembatas jalan di gerbang tol yang terendam banjir di Jalan Tol Sedyatmo, Cengkareng, Jakarta, Senin (12/1/2026). Jalan tol yang merupakan akses menuju Bandara Soekarno-Hatta tersebut terendam banjir setinggi 15-50 sentimeter akibat tingginya intensitas hujan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas tinggi bakal melanda wilayah Jakarta hingga sepekan ke depan. Cuaca ekstrem itu berpotensi menyebabkan bencana hidrometeorologi, salah satunya banjir.

Gubernur Jakarta Pramono Anung mengaku sudah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mulai melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC). OMC itu disebut telah mulai dilakukan mulai Selasa (13/1/2026) selama lima hari ke depan.

"Saya sudah memerintahkan kepada BPBD untuk melakukan modifikasi cuaca selama lima hari ini. Karena memang data BMKG itu kurang lebih hampir sama dengan yang kemarin," kata dia di GI, Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2026).

Ia menilai, curah hujan di Jakarta hari ini sudah merupakan dampak dari OMC yang dilakukan. Menurut dia, curah hujan bakal lebih tinggi apabila Pemprov Jakarta tidak melakukan OMC sebagai langkah antisipasi. "Hari ini nih kalau, terus terang aja, kalau hari ini tidak dilakukan modifikasi cuaca, enggak mungkin hujannya hanya sebentar seperti tadi dengan keadaan,"kata Pramono.

Politisi PDIP itu mengeklaim, Pemprov Jakarta telah menyiapkan anggaran untuk melakukan modifikasi cuaca selama 30 hari. Artinya, jika operasi itu harus dilakukan setiap hari sepanjang Januari, Pemprov Jakarta siap melakukannya. 

"Karena sudah kami lakukan, bahkan kami sudah menganggarkan dalam waktu 30 hari ini, katakanlah kalau harus tiap hari modifikasi cuaca, akan kami lakukan," ujar dia.

Read Entire Article
Politics | | | |