Idul Fitri di Tengah Penindasan

7 hours ago 3

Image Sarah Fauziah

Politik | 2025-04-03 21:34:53

Freepik.com

Idulfitri seharusnya menjadi momen penuh kebahagiaan bagi umat Islam di seluruh dunia. Setelah sebulan berpuasa, mereka merayakan kemenangan spiritual dan mengawali bulan Syawal dengan suka cita.

Namun, realitas pahit menghantui sebagian umat Islam, terutama di Palestina. Kebahagiaan yang seharusnya mereka rasakan berubah menjadi duka mendalam akibat penindasan yang terus berlanjut.

Pada Idulfitri 1446 H, ketika umat Islam di berbagai belahan dunia melaksanakan Salat Id dengan penuh suka cita, warga Palestina justru menghadapi teror serangan Israel. Bom-bom dijatuhkan di Gaza, menewaskan sembilan orang, termasuk lima anak-anak.

Bahkan, suara tembakan terdengar saat umat Islam tengah melaksanakan Salat Idulfitri. Di Tepi Barat, pasukan Israel menyerbu rumah-rumah warga, mendobrak pintu, menggeledah tempat tinggal, serta menangkap tiga orang, termasuk seorang remaja 16 tahun dan dua mantan tahanan.

Tak hanya itu, jalan-jalan ditutup dan pos pemeriksaan semakin diperbanyak, membatasi pergerakan warga Palestina. Masjid Ibrahimi di Hebron pun ditutup untuk umat Islam, menghalangi mereka dari kebebasan beribadah. (cnnindonesia.com, 30/03/2025).

Kejadian ini bukan sekadar konflik biasa, tetapi bukti nyata bahwa sistem dunia saat ini gagal melindungi umat Islam. Sistem sekuler kapitalisme yang menjadi dasar tatanan global telah menciptakan ketidakadilan yang nyata, di mana negara penjajah seperti Israel bebas melakukan tindakan brutal tanpa ada sanksi tegas.

Dunia diam, lembaga-lembaga internasional hanya mengeluarkan kecaman tanpa tindakan konkret, sementara korban terus berjatuhan.

Kondisi ini seharusnya membuka mata umat Islam bahwa sistem saat ini bukanlah solusi bagi peradaban yang adil dan berperikemanusiaan.

Di masa lalu, Islam telah membuktikan dirinya sebagai sistem yang membawa kesejahteraan dan perlindungan bagi seluruh manusia, tanpa membedakan ras atau agama.

Dalam sejarah panjangnya, kekhilafahan Islam pernah menjadi perisai bagi kaum Muslimin, mencegah penjajahan, dan melindungi hak-hak rakyatnya.

Oleh karena itu, umat Islam harus kembali kepada solusi Islam yang menyeluruh. Sistem Islam yang berbasis keadilan dan kedaulatan Ilahi harus ditegakkan agar umat Islam, termasuk di Palestina, dapat hidup dalam kedamaian tanpa ancaman penjajahan.

Upaya menegakkan sistem ini bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban bagi setiap Muslim yang peduli terhadap saudaranya. Hanya dengan bersatu dan memperjuangkan kembali tegaknya Islam dalam kehidupan, umat Islam dapat meraih kembali kehormatan dan kebahagiaan yang sejati.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Read Entire Article
Politics | | | |