Indonesia Menjemput Era Baru Swasembada Pangan melalui Modernisasi Pertanian

2 weeks ago 13

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah ketidakpastian iklim dan tantangan global yang kian kompleks, Indonesia secara resmi mendeklarasikan keberhasilannya kembali meraih swasembada pangan.

Momentum bersejarah ini ditandai dengan Panen Raya di Desa Kertamukti, Karawang, Jawa Barat, pada Rabu (7/1/2026), di mana Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman merayakan pencapaian strategis ini bersama jutaan petani dari seluruh penjuru negeri.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pencapaian ini bukanlah akhir, melainkan awal dari transformasi besar melalui modernisasi pertanian. Modernisasi pertanian merupakan transformasi menjadi berbasis teknologi, mekanisasi, dan inovasi digital.

Proses ini mencakup penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) canggih, varietas benih unggul hasil riset, serta manajemen lahan yang presisi guna meningkatkan efisiensi dan hasil panen. “Kita mendorong pertanian kita berbasis inovasi. Dengan teknologi, produktivitas meningkat, indeks pertanaman naik, biaya produksi turun, dan kesejahteraan petani berdampak nyata,” ujar Mentan di hadapan 5.000 petani yang hadir.

Presiden Prabowo Subianto, yang turun langsung ke sawah untuk memimpin panen raya, mengapresiasi kerja keras kolaboratif antara pemerintah pusat, daerah, dan para petani. Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyaksikan langsung efektivitas teknologi combine harvester yang mampu menekan kehilangan hasil panen, serta penggunaan varietas Inpari 32 yang memiliki potensi hasil hingga 8,42 ton per hektare.

Tak puas sampai di situ, Presiden mendorong para peneliti untuk terus berinovasi menciptakan benih unggul yang mampu menghasilkan produktivitas hingga 15 ton per hektare demi memperkokoh kemandirian pangan nasional.

Kemandirian pangan sendiri adalah kemampuan suatu bangsa untuk memproduksi aneka ragam pangan dari dalam negeri yang dapat menjamin pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat hingga tingkat perseorangan. Konsep ini tidak hanya berbicara tentang ketersediaan stok, tetapi juga tentang kedaulatan negara dalam menentukan kebijakan pangannya sendiri tanpa bergantung pada impor, serta memastikan akses pangan yang aman, bergizi, dan terjangkau secara berkelanjutan.

Optimisme pemerintah semakin menguat seiring dengan rencana perluasan swasembada ke komoditas lain. Setelah menyatakan Indonesia swasembada beras pada 2025, Presiden mengungkapkan janji Menteri Pertanian bahwa swasembada jagung akan segera menyusul dalam waktu dekat.

Dengan dukungan penuh dari TNI/Polri dalam pengawalan distribusi, pemerintah berkomitmen untuk terus menurunkan harga pupuk dan pakan ternak. Melalui hilirisasi pertanian yang kuat dan pemanfaatan teknologi seperti drone hingga pompa air, Indonesia optimistis mampu membangun fondasi kemandirian pangan yang tangguh dan meningkatkan daya saing petani di kancah internasional.

Read Entire Article
Politics | | | |