REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar mengusulkan agar Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) dihapus dan digabung ke Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ). Hal itu disampaikannya dalam penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam 2026 di Jakarta, baru-baru ini.
Menurut Menag, STQ bertujuan untuk efisiensi penyelenggaraan MTQ. Namun, energi yang dikeluarkan untuk STQ cenderung hampir setara dengan MTQ.
“Kalau ini disepakati ya, Musabaqah Tilawatil Quran itu yang kita tetapkan. Tidak ada lagi STQ. Seleksi Tilawatil Qur'an itu digabungkan menjadi MTQ,” ujar Menag dilansir dari laman Kementerian Agama RI, yang dikutip Republika pada Ahad (25/1/2026).
Imam Besar Masjid Istiqlal itu menyatakan, MTQ tidak sekadar ajang lomba, melainkan juga momentum penguatan kecintaan masyarakat terhadap Alquran. Karena itu, penggabungan STQ dengan MTQ diharapkan dapat semakin meningkatkan syiar Alquran.
“InsyaAllah kalau ini dilakukan, saya yakin semangat untuk ber-Alquran di masyarakat Indonesia akan sangat bagus,” katanya.
Besarnya antusiasme masyarakat terhadap MTQ tecermin dari banyak provinsi yang “mengantre” untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan ajang tersebut. Apalagi, momen MTQ berdampak ekonomi dan sosial cukup besar.
“Kalikan misalnya 20 ribu pengunjung datang. Membelanjakan Rp500 ribu per hari, masuk hotel dan sebagainya saja. Itu akan tiga kali lipat lebih untung,” jelasnya.
Menag menyebut, MTQ juga menjadi “pesta rakyat” yang memperkuat nilai keagamaan sekaligus menggairahkan ekonomi lokal. Ia mencontohkan pengalaman penyelenggaraan sebelumnya yang menciptakan pasar baru dan meningkatkan omzet pedagang.
“Masyarakat yang tiba-tiba menjadi pasar kaget muncul dan omsetnya itu sampai miliaran,” katanya.
Usulan penggabungan STQ ke MTQ juga didasari keinginan memperluas akses masyarakat terhadap kegiatan keagamaan. Menag mengungkapkan, jika disepakati, MTQ akan menjadi ajang utama nasional yang menguatkan tradisi tilawah dan meningkatkan partisipasi publik.

2 hours ago
3













































