REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH -- Presidency Agama di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi telah menyetujui jadwal dan daftar imam yang akan memimpin shalat Tarawih dan Tahajjud di Dua Masjid Suci selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah. Sebagaimana diketahui, umat Islam sebentar lagi akan memasuki bulan suci Ramadhan.
Imam yang memimpin shalat Tarawih dan Tahajjud di Masjidil Haram di Makkah meliputi Syaikh Abdul Rahman Al-Sudais, Syaikh Badr Al-Turki, Syaikh Abdullah Al-Juhaini, Syaikh Yasser Al-Dossary, dan Bandar Balila.
Para imam yang memimpin shalat Tarawih dan Tahajjud di Masjid Nabawi di Madinah meliputi Syaikh Salah Al-Budair, Syaikh Abdullah Al-Qarafi, Syaikh Khalid Al-Hana, Syaikh Muhammad Barhaji, Syaikh Abdul Mohsen Al-Qasim, dan beberapa syaikh lainnya.
Perlu dicatat bahwa Presidency Umum mengumumkan pada Kamis lalu rencana operasional untuk bulan suci Ramadhan, yang mencerminkan misi Dua Masjid Suci untuk memperkaya pengalaman jamaah dan pengunjung serta menyebarkan bimbingan ke seluruh dunia, sesuai dengan prinsip-prinsip moderasi dan keseimbangan, dikutip dari laman Saudi Gazette, Jumat (6/2/2026)
Rencana tersebut menekankan bahwa rencana didasarkan pada tujuh tujuan strategis, terutama meningkatkan dan memperkaya pengalaman pengunjung, mengajarkan Alquran dan Sunnah Nabi, memperkuat posisi dan kepemimpinan Kerajaan dalam melayani Dua Masjid Suci, menonjolkan kepemimpinan Kerajaan dalam layanan terjemahan dan linguistic, mengembangkan kompetensi manusia, memanfaatkan teknologi modern dan transformasi digital dalam menyebarkan bimbingan, serta memperkuat komunikasi dengan umat Muslim di seluruh dunia.
Otoritas Pengembangan Wilayah Madinah juga mengumumkan peluncuran layanan bus shuttle di berbagai stasiun selama bulan suci Ramadhan mendatang untuk memudahkan pergerakan jamaah dan pengunjung ke dan dari Masjid Nabawi dan Masjid Quba.
Otoritas tersebut menyatakan bahwa layanan ini bertujuan untuk meningkatkan pengalaman jamaah dan pengunjung, mengurangi kemacetan di sekitar tempat ibadah selama bulan suci, serta menyediakan transportasi terorganisir yang menjamin kenyamanan dan keamanan semua pihak, dikutip dari laman Saudi Gazette, Jumat (6/2/2026)
Langkah strategis ini bertujuan untuk memudahkan pergerakan jamaah, pengunjung, dan peziarah menuju Masjid Nabi dan Masjid Quba dan sebaliknya. Juga untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas di kawasan pusat, dikutip dari news50.sa.

2 hours ago
1















































