REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menjelaskan Danantara merupakan Sovereign Wealth Fund (SWF) yang dibentuk pemerintah sebagai lengan investasi negara dalam mengelola dan mengoperasikan investasi, baik di dalam maupun luar negeri. Menurut Rosan, Danantara hadir dengan mandat utama mengonsolidasikan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar pengelolaan aset negara dapat dilakukan secara lebih terintegrasi dan berorientasi jangka panjang.
“Danantara ini adalah lembaga yang dibentuk pemerintah dengan mengonsolidasikan BUMN yang ada di Indonesia,” ujar Rosan di Menara IDN, Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Rosan menyebutkan, melalui konsolidasi tersebut, dividen BUMN yang sebelumnya disetorkan ke Kementerian Keuangan kini dapat dikelola secara lebih prudens dan hati-hati untuk diinvestasikan kembali. Pengelolaan tersebut diarahkan untuk menjaga keberlanjutan BUMN sekaligus mendukung masa depan perekonomian nasional.
“Dividen yang dihasilkan kemudian dapat dikelola oleh Danantara untuk diinvestasikan demi keberlanjutan jangka panjang BUMN dan masa depan ekonomi nasional,” ucap Rosan.
Selain sebagai pengelola investasi, lanjut Rosan, Danantara juga berperan sebagai mitra strategis dan konsolidator BUMN. Ia menjelaskan Indonesia memiliki lebih dari seribu entitas BUMN beserta anak perusahaannya, mulai dari sektor keuangan hingga energi dan telekomunikasi.
“Dari seribu lebih entitas ini, dividen yang dihasilkan kemudian dapat diinvestasikan kembali oleh Danantara untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkualitas,” ungkapnya.
Rosan menjelaskan Danantara resmi dibentuk pada akhir Februari 2025 sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, dengan proses awal yang mencakup perekrutan sumber daya manusia serta penyusunan regulasi dan tata kelola. Saat ini, fokus Danantara diarahkan pada penciptaan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas melalui optimalisasi aset dan penciptaan nilai tambah dengan prinsip tata kelola yang baik.
“Kami menjunjung tinggi transparansi, akuntabilitas, dan integritas, sehingga kehadiran Danantara dapat menumbuhkan kepercayaan investor, baik dari dalam maupun luar negeri,” lanjut Rosan.
Rosan menambahkan, peran Danantara menjadi krusial dalam mendorong kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang saat ini berada di kisaran 28–29 persen. Kepercayaan investor, menurutnya, tercermin dari kinerja pasar modal yang menguat serta meningkatnya investasi berkualitas, termasuk di sektor energi bersih.
“Investasi yang kita dorong bukan hanya besar nilainya, tetapi juga berkualitas dan berdampak nyata, seperti pengembangan energi terbarukan yang sejalan dengan target net zero emission Indonesia,” kata Rosan.
sumber : Antara

2 hours ago
4













































