Sebuah proyektil melintasi langit di atas kota Nablus, Tepi Barat, 27 Maret 2026. Militer Israel melaporkan bahwa mereka telah mendeteksi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju Israel, beberapa di antaranya menghantam Israel tengah.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Pemerintah Iran meluncurkan Operasi Nasr seiring serangan mendadak kepada Israel untuk merespons agresi zionis di Lebanon. Dilansir dari salah satu portal berita pro Iran, Mehr News, pada hakikatnya operasi tersebut merupakan pesan strategis multidimensi yang dikirimkan Teheran kepada Tel Aviv, Washington, serta seluruh kawasan Asia Barat.
Serangan rudal Iran ke wilayah pendudukan Israel sebagai respons atas agresi rezim Zionis terhadap pinggiran selatan Beirut harus dinilai lebih dari sekadar aksi balasan militer sesaat.
Pada saat rezim Zionis dan sejumlah kalangan di Amerika Serikat (AS)—menyusul perang 40 hari baru-baru ini—berupaya membangun opini bahwa kekuatan detéren (daya tangkal) Iran telah melemah, respons rudal Teheran justru membuktikan hal sebaliknya. Republik Islam Iran menunjukkan bahwa tujuan musuh tidak tercapai, dan Teheran tetap memegang kendali sebagai faktor penentu dalam persamaan keamanan kawasan.
Pesan paling krusial dari serangan ini adalah bahwa perang belakangan ini sama sekali tidak mengikis komitmen dan kemampuan Iran untuk membalas. Salah satu tujuan utama Tel Aviv mengobarkan perang adalah menciptakan kesan bahwa setelah didera berbagai tekanan militer, ekonomi, dan politik, Iran tidak akan mampu lagi meluncurkan balasan langsung yang efektif. Namun, gempuran rudal massal ke target-target di wilayah pendudukan membuktikan infrastruktur rudal Iran tetap aktif, kapabel, dan siap tempur.
Secara kalkulasi, respons Teheran menandai kegagalan telak bagi Israel. Tel Aviv telanjur berharap perang tersebut akan mengikis kekuatan militer Iran. Realitas di lapangan justru menunjukkan kemampuan rudal Iran tetap terjaga, termasuk kapasitas pengambilan keputusan yang cepat serta eksekusi operasi di tingkat strategis.
Fakta ini dinilai menjadi peringatan serius bagi rezim Zionis; setiap perencanaan militer dan keamanan mereka di masa depan harus berpijak pada realitas kekuatan Iran, bukan pada imajinasi dan ambisi politik semata.

12 hours ago
14
















































