SF (40), Pria Asal Depok Ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polres Cimahi Usai Membunuh Seoran IRT Asal Kota Cimahi
REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Penyebab tewasnya ibu rumah tangga (IRT) asal Kota Cimahi, Jawa Barat, Wahidah Rohmah alias WR (46) akhirnya terungkap. Dia diketahui dibunuh seorang pria asal Depok berinisial SF (40) yang sudah diamankan Satuan Reserse Kriminal Polres Cimahi.
Korban ditemukan pada Ahad, 16 Maret 2025 di rumahnya di Jalan Kebon Kelapa, RT 02/03, Kelurahan Setiamanah Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat. Jasad korban telah membusuk dengan kondisi tanpa busana serta mulut tersumpal kain. Posisi jasad terlentang di dalam kamarnya disertai pula benda tajam berupa gunting menancap di pundaknya.
"Pelaku kita tangkap Sabtu 29 Maret 2025 pukul 14.00 WIB, kita berhasil mengamankan pelaku SF di SPBU Citatah saat sedang mengisi BBM," ujar Kapolres Cimahi AKBP Tri Suhartanto saat gelar perkara di Mapolres Cimahi, Kamis (3/4).
Berdasarkan keterangan tersangka, aksi pembunuhan itu dilakukan SF dengan tujuan ingin menguasai barang berharga milik korban. Terbukti saat diamankan polisi, dari tangan pelaku disita barang bukti perhiasan milik korban yakni anting dan kalung.
Selain itu, ditemukan pula bercak darah di jaket korban yang diduga percikan dari korban saat melakukan pembunuhan. Setelah melalui serangkaian penyelidikan, Satuan Reserse Kriminal Polres Cimahi akhirnya menangkap tersangka. "Jadi ini tindak pidana pencurian dengan kekerasan karena pelaku dan korban tak saling mengenal. Kita mendapat petunjuk pelaku hasil serangkaian penyelidikan terutama ponsel korban," kata Tri.
Berdasarkan hasil visum, korban diprediksi meninggal 13 Maret 2025 atau 76 jam sebelum penemuan jasad. Hasil autopsi juga menyimpulkan bahwa korban meninggal dunia karena pukulan benda tumpul di bagian kepala sehingga patah tulang tengkorak sehingga pendarahan di bagian otak. "Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 339 atau 338 atau 365 ayat (2) ke-4 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara," katanya.