Israel Bunuh Anak Gaza di Luar Garis Kuning

1 week ago 15

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Seorang anak terbunuh akibat tembakan dari kendaraan pasukan penjajahan Israel (IDF) di kota Jabalia, utara Jalur Gaza pada Kamis pagi. Pembunuhan itu terjadi di luar jalur kuning alias di luar wilayah penempatan tentara penjajah. 

Israel sebelumnya menyatakan bahwa mereka menargetkan seorang pemimpin terkemuka Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) di Jalur Gaza utara. Ambulans dan layanan darurat di Gaza melaporkan bahwa anak tersebut, Hamsa Housou (11 tahun), syahid akibat tembakan kendaraan pendudukan di daerah Al-Falouja kota Jabalia, sebelah barat kamp Jabalia, dan di luar zona kuning yang dikuasai Israel di dalam sektor tersebut.

Warga lokal melaporkan sering mendengar suara tembakan dari helikopter di timur kota Khan Younis di Jalur Gaza selatan. Wilayah timur gubernuran pusat, di kota Deir al-Balah dan kamp al-Bureij, telah menyaksikan penembakan artileri berat dan tembakan dari kendaraan dan helikopter pendudukan sejak pagi hari.

Sedangkan WAFA melaporkan, dua warga sipil syahid dan lainnya terluka pada Rabu malam setelah pasukan Israel mengebom sebuah rumah di lingkungan al-Tuffah, timur laut Kota Gaza. Koresponden WAFA melaporkan bahwa pesawat tempur Israel menyerang sebuah rumah di lingkungan al-Tuffah, mengakibatkan terbunuhnya dua warga dan melukai lainnya.

Seorang koresponden Aljazirah melaporkan bahwa serangan tersebut menargetkan sebuah rumah di Jalan Yafa, di luar kawasan di mana tentara Israel ditempatkan di bagian timur kota. Sumber medis di Rumah Sakit Baptist menggambarkan cedera yang dialami sejumlah warga akibat serangan tergolong  serius.

Pemimpin Hamas

Tentara Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Rabu malam bahwa tentaranya menyerang seorang pemimpin senior Hamas yang merencanakan serangan terhadap pasukan militer di Gaza utara, dan bahwa tentara tersebut membalas tembakan yang ditujukan kepada pasukannya, menurut pernyataan Israel.

Pernyataan itu menambahkan bahwa militan Hamas menembaki wilayah di mana pasukannya ditempatkan di Jalur Gaza utara, dan tentara menganggap penembakan tersebut sebagai pelanggaran mencolok terhadap perjanjian gencatan senjata, seperti yang mereka katakan.

Radio Tentara Israel melaporkan, sasaran serangan tentara di Gaza adalah seorang pemimpin Brigade Qassam yang berpangkat komandan batalion.

Hal ini terjadi sebagai bagian dari pelanggaran terus-menerus yang dilakukan Israel terhadap perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober, yang telah mengakibatkan kematian lebih dari 424 warga Palestina dan melukai 1.199 lainnya, menurut angka terbaru dari Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza.

Pada tanggal 7 Oktober 2023, Israel memulai genosida selama dua tahun di Gaza, yang mengakibatkan lebih dari 71.000 orang Palestina menjadi syuhada dan 171.000 orang terluka, selain kehancuran besar-besaran yang mempengaruhi 90 persen infrastruktur sipil, dengan biaya rekonstruksi yang diperkirakan oleh PBB sekitar 70 miliar dolar AS.

Read Entire Article
Politics | | | |