James Cameron Bocorkan Detail Avatar: Fire and Ash, Keluarga Jake Sully Hadapi Musuh Baru

12 hours ago 3

loading...

Sutradara kenamaan James Cameron kembali menyita perhatian para penggemar lewat pernyataannya mengenai sekuel terbaru film Avatar berjudul Avatar: Fire and Ash. Foto/IMDb

JAKARTA - Sutradara kenamaan James Cameron kembali menyita perhatian para penggemar lewat pernyataannya mengenai sekuel terbaru film Avatar yang berjudul Avatar: Fire and Ash.

Lewat sambutan video yang ditayangkan dalam ajang CinemaCon di Las Vegas, Cameron memberikan sedikit bocoran mengenai konflik emosional dan visual epik yang akan dihadapi keluarga Sully di bulan Pandora di Avatar: Fire and Ash .

Film ini dijadwalkan tayang perdana pada bulan Desember 2025 dan merupakan kelanjutan dari kisah para Na'vi yang tinggal di Pandora. Sam Worthington kembali memerankan karakter Jake Sully, sementara Zoe Saldana juga kembali sebagai Neytiri, istrinya.

"Di film ini, keluarga Sully benar-benar mengalami tekanan besar. Mereka tidak hanya harus melawan ancaman dari manusia, tetapi juga menghadapi kekuatan baru yang berasal dari dalam Pandora sendiri, yakni suku Ash," kata Cameron.

 Fire and Ash, Keluarga Jake Sully Hadapi Musuh Baru

Foto/IMDb

Suku Ash, yang merupakan pendatang baru dalam dunia Avatar, dikisahkan sebagai lawan yang mengancam tatanan dan kedamaian di Pandora. Cameron mengatakan bahwa konflik ini bukan hanya tentang aksi dan visual, tetapi juga tentang dinamika keluarga dan perjuangan emosional yang mendalam.

“Saya telah mengirimkan cuplikan yang menampilkan skala tontonan film ini dan tentu saja emosi dari hati dan jiwa cerita," jelasnya dilansir dari Geo TV, Sabtu (5/4/2025).

Selain pernyataan dari Cameron, aktris Zoe Saldana hadir langsung di panggung CinemaCon dan memberikan bocoran tambahan. Ia mengungkapkan bahwa film ini juga akan memperkenalkan kelompok baru bernama Wind Traders yaitu klan pengembara udara yang hidup nomaden dan Fire People.

Saldana menyebut bahwa keberadaan klan ini akan membuka babak baru dalam eksplorasi budaya di Pandora dan memperkaya narasi film dari sisi sosial dan hubungan antarklan.

Read Entire Article
Politics | | | |