Janganlah Berteman dengan Lima Orang Ini, Mengapa? Berikut Penjelasannya

18 hours ago 7

Ilustrasi. Islam mengajarkan selektif memilih teman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Prinsip pertemanan dalam Islam menekankan pentingnya berteman dengan orang-orang sholeh dan menghindari pengaruh buruk. Pentingnya memilih teman yang baik ini tertuang dalam hadits berikut:

Rasulullah SAW bersabda,

الرَّجُلُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخْالِلُ

Artinya: “Seseorang di atas agama sahabatnya, hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa yang hendak ia jadikan sahabatnya” (HR At-Tirmidzi)

Dalam buku "Tenangkan Pikiran dan Hatimu Setiap Saat dengan Petuah-Petuah Bijak" yang disusun Shalih Ahmad Asy-Syami juga telah dijelaskan orang-orang yang perlu dihindari dalam pertemanan.

Pertama, janganlah berteman dengan orang bodoh karena akan berujung pada kesendirian dan keterkucilan. Hal terbaik yang ia lakukan justru akan mencelakai dirimu padahal ia bermaksud memberi faedah.

"Karena itu, lebih baik engkau memiliki musuh yang cerdas daripada kawan yang bodoh," jelas Asy-Syami.

Kedua, janganlah berteman dengan orang yang buruk budi pekerti karena ia tidak akan mampu menguasai diri di saat marah dan syahwat.

Ketiga, janganlah berteman dengan orang fasik yang selalu berbuat maksiat karena orang yang takut kepada Allah tak akan kukuh dalam berbuat dosa besar, dan orang yang tidak takut kepada Allah tidak dapat dihentikan kerusakannya.

BACA JUGA: Viral Perempuan Pukul Askar di Area Masjid Nabawi Madinah, Ini Tanggapan Arab Saudi

Keempat, janganlah berteman dengan orang yang rakus terhadap dunia karena berteman dengannya adalah racun yang mematikan. Sebab, tabiat manusia adalah suka meniru dan mengikuti, bahkan bisa jadi tanpa disadarinya.

"Jadi, duduk bersanding dengan orang rakus akan membuat sifat rakusmu meningkat. Sedangkan duduk bersanding dengan orang zuhud akan menambah kezuhudanmu," kata Asy-Syami.

Kelima, janganlah engkau berteman dengan seorang pembohong karena engkau pasti tertipu olehnya. Sebab, ia laksana fata- morgana, bisa membuat yang jauh menjadi dekat dan yang dekat menjadi jauh.

Read Entire Article
Politics | | | |