REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kehadiran Sekolah Rakyat kini menjadi oase baru bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk merajut mimpi setinggi langit tanpa terhalang biaya.
Sebagai program prioritas nasional, sekolah ini bukan sekadar tempat belajar formal, melainkan ruang inkubasi bagi generasi masa depan untuk mendapatkan akses pendidikan berkualitas dengan standar yang merata. Di tengah tantangan kesenjangan sosial, Sekolah Rakyat muncul sebagai simbol kehadiran negara dalam memberikan hak pendidikan yang inklusif dan bermartabat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Keunggulan utama Sekolah Rakyat terletak pada model pendidikannya yang holistik dan inklusif, di mana kurikulum didesain untuk menyeimbangkan kompetensi akademik dengan penguatan karakter serta keterampilan praktis.
Selain membebaskan seluruh biaya pendidikan, sekolah ini dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang memadai serta tenaga pendidik yang berdedikasi tinggi, sehingga siswa dari latar belakang ekonomi lemah tetap mampu bersaing secara global. Kemampuan siswa dalam menguasai bahasa asing dan ketangkasan kepemimpinan, sebagaimana ditampilkan di hadapan Presiden, menjadi bukti nyata kualitas lulusannya.
Lebih dari itu, integrasi data yang akurat melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) memastikan bahwa Sekolah Rakyat benar-benar menjangkau kelompok masyarakat paling rentan. Dengan menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, program ini memberikan perlindungan sosial jangka panjang bagi siswa. Hal ini menciptakan lingkungan belajar yang aman dan suportif, yang memungkinkan setiap potensi anak berkembang tanpa terbebani oleh stigma maupun keterbatasan finansial keluarga.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyebut sebanyak 26 Sekolah Rakyat di wilayahnya telah beroperasi, menjadi jumlah terbanyak di tingkat nasional. “Alhamdulillah, dari total 166 SR di seluruh Indonesia, Jawa Timur menduduki posisi pertama. Ini menjadi bukti komitmen kesungguhan Jawa Timur mendukung program prioritas Presiden Prabowo,” ujar Khofifah di Surabaya, Selasa (13/1/2026). Saat ini, 26 titik layanan tersebut telah menampung 2.450 siswa dan diprediksi akan terus bertambah seiring adanya delapan pengajuan lokasi baru pada tahun 2026.
Pendidikan secara fundamental mampu memutus mata rantai kemiskinan dengan cara mentransformasi modal manusia melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan perubahan pola pikir. Ketika seorang anak dari keluarga miskin mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas, ia memperoleh instrumen untuk meningkatkan produktivitas dan daya tawar di pasar kerja, yang pada gilirannya akan menaikkan taraf pendapatan keluarga secara signifikan. Investasi melalui Sekolah Rakyat ini menciptakan mobilitas sosial vertikal, mengubah beban sosial menjadi aset bangsa yang mandiri dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan 166 titik Sekolah Rakyat secara nasional sekaligus melakukan groundbreaking untuk 104 bangunan permanen di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). Presiden menyampaikan rasa bahagianya dan mengapresiasi kerja keras pemerintah daerah serta kementerian terkait.
“Terima kasih kepada seluruh Gubernur, Bupati, dan Wali Kota yang telah bekerja keras mewujudkan langkah terobosan yang berani ini,” tegas Presiden setelah menyaksikan kepiawaian siswa SR dalam berpidato bahasa Arab dan atraksi baris-berbaris.
sumber : Antara

4 hours ago
2













































