REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Minat masyarakat menggunakan kereta api bersubsidi atau Public Service Obligation (PSO) terus meningkat. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat layanan KA PSO melayani 7,88 juta pelanggan sepanjang Januari hingga Mei 2026, naik 7,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 7,3 juta pelanggan.
Peningkatan tersebut menunjukkan layanan kereta bersubsidi masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk perjalanan jarak jauh maupun mobilitas lokal sehari-hari. Layanan ini diselenggarakan melalui dukungan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan guna menyediakan transportasi yang terjangkau bagi masyarakat.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan kereta api PSO memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di berbagai daerah.
Menurut dia, layanan tersebut membantu masyarakat memperoleh akses perjalanan dengan biaya yang lebih terjangkau untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bekerja, sekolah, berobat, berdagang hingga mengunjungi keluarga.
“KA PSO membantu masyarakat memperoleh akses perjalanan yang lebih terjangkau untuk bekerja, sekolah, berobat, berdagang, bertemu keluarga, maupun bepergian antardaerah. Bersama pemerintah melalui DJKA Kemenhub, KAI terus menjaga agar layanan ini tetap relevan dengan kebutuhan pelanggan,” ujar Anne dalam keterangannya.
Berdasarkan data KAI, jumlah pelanggan KA Jarak Jauh PSO mencapai 4,95 juta orang selama lima bulan pertama tahun ini. Angka tersebut meningkat 5,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 4,71 juta pelanggan.
Sementara itu, layanan KA Lokal PSO mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, jumlah pelanggan KA Lokal PSO mencapai 2,93 juta orang atau meningkat 13 persen dibandingkan 2,59 juta pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Anne menjelaskan layanan KA Jarak Jauh PSO berperan menghubungkan berbagai kota di Jawa dan Sumatra dengan biaya perjalanan yang lebih terjangkau. Kereta seperti Kahuripan, Bengawan, Airlangga, Serayu, hingga Cikuray menjadi pilihan masyarakat yang membutuhkan moda transportasi hemat untuk perjalanan antarkota.
Di sisi lain, KA Lokal PSO menjadi tulang punggung mobilitas regional karena banyak dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian dari kawasan permukiman menuju pusat aktivitas ekonomi, sekolah, kampus, pasar, hingga fasilitas kesehatan.
Menurut Anne, kenaikan jumlah pelanggan KA Lokal PSO menunjukkan kebutuhan perjalanan jarak dekat dan menengah terus meningkat. Kereta api dinilai menjadi pilihan karena memiliki jadwal yang teratur, kapasitas besar, serta tarif yang membantu masyarakat mengelola biaya transportasi harian.
“Bagi banyak pelanggan, KA PSO adalah penghubung menuju kesempatan. Ada pelajar yang berangkat ke sekolah, pekerja yang menuju tempat kerja, pedagang yang menjaga aktivitas ekonomi, serta keluarga yang tetap terhubung antarkota,” katanya.
KAI juga terus berupaya menjaga kualitas layanan kereta bersubsidi melalui peningkatan keselamatan perjalanan, kebersihan sarana, keteraturan operasional, serta kemudahan akses pembelian tiket. Tiket KA PSO dapat diperoleh melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi KAI, loket stasiun, maupun kanal penjualan resmi lainnya.
Anne menambahkan keberlanjutan layanan PSO memerlukan sinergi antara pemerintah, operator, dan masyarakat agar manfaatnya dapat terus dirasakan secara luas.
“KAI berterima kasih atas dukungan pemerintah melalui DJKA Kemenhub dalam penyelenggaraan KA PSO. Dengan kolaborasi ini, kereta api dapat terus hadir sebagai transportasi publik yang selamat, nyaman, terjangkau, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Anne.

10 hours ago
13
















































