REPUBLIKA.CO.ID, Suara musik dangdut mengalun lembut di area parkir Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). Alunan itu berasal dari suara seorang laki-laki bernama Tasipin (37 tahun).
Di tempat tersebut, warga Desa Wanasari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu itu sedang melakukan live TikTok. Berbagai peralatan elektronik penunjang live pun dihadirkannya.
Tasipin tidak sendiri. Ia datang bersama sejumlah anggota keluarganya, termasuk anak-anak. Mereka pun membawa berbagai bekal makanan, terutama nasi dan lauk pauk di dalam rantang. Saat ia bernyanyi, anggota keluarganya menikmati nyanyian itu sambil makan bersama di atas tikar yang mereka bawa.
Tasipin mengaku lumayan sering mengunjungi Bandara Kertajati untuk berekreasi bersama keluarga. Ia beralasan, sepinya suasana bandara menjadikan tempat itu nyaman dan aman, terutama bagi anak-anak yang masih kecil dan terlihat aktif berlarian.
“Ya refreshing ke sini, hiburan, ngilangin sumpek daripada di rumah. Di sini kan sepi, nggak ramai, jadi nyaman buat aktivitas sama keluarga. Sejuk juga, tempatnya enak,” ucap Tasipin kepada Republika.
Hanya berjarak selemparan batu dari Tasipin, sekelompok ibu-ibu yang kompak mengenakan seragam kaos berwarna cokelat juga terlihat sedang duduk santai di atas tikar. Di hadapan mereka tersedia beraneka makanan dan minuman yang sudah disiapkan dari rumah.
Obrolan riang dan gelak tawa khas ibu-ibu pun terdengar. Mereka menganggap aktivitas itu sebagai rekreasi. “Ke sini dalam rangka syukuran, jalan-jalan sama keluarga dan tetangga. Mau makan-makan,” ujar salah seorang ibu-ibu bernama Mimi Mpit (44).
Perempuan asal Desa Juntikedokan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu itu datang bersama keluarga besar dan sejumlah tetangganya dengan menaiki kendaraan odong-odong. Bandara Kertajati dipilih sebagai lokasi rekreasi karena tempatnya yang luas, sepi, dan adem sehingga menghadirkan suasana tenang dan nyaman untuk melepas penat.
Pengelola BIJB pun mempersilakan warga untuk datang berekreasi. Namun, warga hanya diperbolehkan beraktivitas di tempat parkir maupun lantai dasar bandara yang menyediakan layanan publik, seperti toilet dan mushola.
Sepinya suasana BIJB Kertajati itu memang sudah terasa saat memasuki kawasan tersebut. Kondisi ruas jalan terlihat lengang, nyaris tanpa kendaraan. Pasalnya, hari itu tidak ada jadwal penerbangan.
Salah satu bandara termegah di Indonesia tersebut hanya melayani dua kali penerbangan dalam sepekan, yakni setiap Selasa dan Sabtu. Dengan dilayani Scoot, penerbangan hanya menyediakan rute Kertajati–Singapura.
Halaman depan yang berfungsi sebagai tempat parkir pun terlihat kosong tanpa ada satupun kendaraan roda empat. Di tempat parkir itulah, warga berekreasi dengan menggelar tikar dan botram alias makan-makan bersama.
Suasana sepi pun berlanjut di lobi bandara. Sejumlah gerai makanan terlihat tutup, hanya menyisakan satu minimarket yang masih buka.
Begitu pula saat memasuki ruangan dalam bandara di lantai dasar. Tidak ada satupun aktivitas yang berlangsung di sana. Bahkan, semakin masuk ke dalam ruangan, suasana cukup gelap akibat minim penerangan. Hanya toilet dan mushola yang memiliki penerangan cukup dan bisa digunakan oleh warga yang berekreasi.

1 week ago
14















































