Keunikan Suku Samin, Mempertahankan Budaya Leluhur di Pulau Paling Modern se-Indonesia

3 hours ago 3

Image Syamsudin Ridwan

Edukasi | 2026-01-13 18:10:00

Sumber: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/f5/Suku_Samin.jpg

Di era modern seperti sekarang banyak dari kita yang sudah lupa atau bahkan tidak tahu apa dan bagaimana tradisi dari leluhur kita sendiri sebagai orang Indonesia, namun berbeda dengan Suku Samin, Suku yang berada di pedalaman daerah Kabupaten Blora ini masih dengan sangat kental menjalankan tradisi peniggalan leluhur mereka.

"Sedulur Sikep" adalah bagaimana mereka menyebut diri mereka sendiri yang berarti (Orang baik dan jujur). Julukan itu pun tidak hanya mereka jadikan sebuah julukan belaka melainkan juga sebagai moral dan filosofis hidup masyarakat Samin.

Tercatat dalam sejarah gerakan Samin di pelopori oleh Samin Surosentiko pada akhir abad-19 adalah sebuah bentuk perlawanan yang paling unik kepada pemerintah kolonialisme Belanda. Tanpa senjata dan tanpa kekerasan, Masyarakat Samin memilih untuk melawan tanpa kekerasan dengan cara apatisme terhadap aturan-aturan pemerintah Belanda yang di terapkan terhadap Pribumi seperti: enggan membayar upeti dan tidak berkerjasama dalam bidang apapun dengan pemerintah kolonialisme.

Banyak juga kisah dari beberapa Wisatawan dan Jurnalis yang pernah mengunjungi Suku Samin secara langsung menceritakan tentang bagaimana perlakuan Suku Samin terhadap mereka yang di penuhi dengan kebaikan dan kejujuran hati. Dari masyarakat Samin ada banyak pesan moral yang bisa kita pelajari terutama di riuh nya hiruk pikuk era digital ini, dimana banyak dari kita dengan mudah menghina maupun merendahkan orang lain karena perbedaan pendapat. Suku Samin mengajarkan kepada kita bahwa tidak semua hal yang bertolak belakang dengan apa yang kita percaya dan yakini harus di lawan dengan kekerasan. Terkadang sebatas menjadi "Sedulur Sikep" adalah pilihan yang paling bijaksana dari pada harus menimbulkan kekerasan yang tidak perlu.

Semoga dalam era modern ini kita masih bisa menjalankan tradisi dan budaya leluhur kita dalam hal positif agar kita bisa selalu menjaga indentitas keluhuran dan kebudayaan kita seperti suku Samin.

Syamsudin Ridwan

Pendidikan Bahasa Inggris
Universitas Muhammadiyah Jakarta

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Read Entire Article
Politics | | | |