Kisah Negeri yang Diazab : Madain Saleh, Kota Kaum Tsamud yang Dimusnahkan Allah SWT

12 hours ago 6

loading...

Jejak dan sisa-sia Kota Madain Saleh, tempat tinggal kaum Tsamud berada di Domatha dan Hegra terletak sekitar 470 kilometer dari Kota Madinah. Foto istimewa

Kisah negeri yang di- azab Allah SWT ini, salah satunya adalah kota Madain Saleh. Kota yang konon menjadi hunian Kaum Tsamud , kaum Nabi Saleh alaihissalam yang dimusnahkan Allah SWT. Bagimana kisah kota kaum Tsamud ini?

Kaum Tsamud merupakan kaum Nabi Saleh alaihissalam . Dalam Al Qur'an, Nabi Saleh disebut sebanyak 9 kali. Nasab beliau tersambung ke Nabi Nuh, yaitu Saleh bin Ubaid bin 'Ashif bin Masih bin 'Abid bin Hazir bin Samud bin Amir bin Irim bin Syam bin Nuh 'alaihis salam (AS).

Nabi Saleh adalah orang pertama di muka bumi yang diberi nama Saleh. Kaum Nabi Saleh disebut Tsamud karena berada di padang pasir yang kekurangan air. Dalam literatur sejarah disebutkan, tempat tinggal kaum Tsamud berada di Domatha dan Hegra terletak sekitar 470 kilometer dari Kota Madinah, yang diberi nama Madain Saleh. Ketika Nabi Saleh diutus, kaumnya saat itu menjadikan berhala sebagai sesembahannya.

Seperti dilansir dari laman thearabweekly, kehadiran kaum Tsamud di tempat ini diketahui sudah ada sejak 715 SM. Semasa hidupnya, mereka sangat sombong dan terkenal korup dalam menguasai harta.

Baca juga: 5 Kota Terkutuk yang Diazab Allah SWT, Salah Satunya Berada di Jawa

Mereka memiliki umur yang panjang, tetapi Kaum Tsamud lebih memilih menyebang berhala yang diukir dari batu. Mereka juga selalu menolak untuk mendengarkan pesan Nabi Saleh yang menyerukan bahwa Tuhan itu hanya satu, Allah SWT. Pada suatu hari, mereka pun menuntut keajaiban untuk membuktikan bahwa tuhan yang tak terlihat itu ada. Nabi Saleh pun menurutinya dan Allah SWT menciptakan seekor unta betina yang sedang hamil keluar dari batu besar dan melahirkan seekor anak sapi.

Orang-orang pun terkagum dengan keajaiban itu, sebuah batu besar pun dibangun dan diisi dengan susu dari unta betina. Nabi Saleh pun mengizinkan penduduk untuk berbagi air dari sumur dengan unta dan meminumnya secara bergantian. Akan tetapi penduduk desa menolak untuk membiarkan unta dan anaknya itu minum dari sumur atau sekedar merumput saja. Lebih dari itu, Kaum Tsamud pun dengan tega membunuh unta dan anaknya.

Allah SWT kemudian memerintahkan Nabi Saleh untuk meninggalkan wilayah itu dan kemudian mengguncangkan tanah penduduk desa dengan gempa bumi dan petir yang terus menyambar. Penduduk yang tidak patuh pun tewas dalam bencana besar tersebut.

Inilah Penyebab Kehancuran Umat Nabi Shaleh:

1. Mereka melakukan kerusakan di antara manusia.
2. Berlebih-lebihan dan lalai.
3. Angkuh dan sombong.
4. Kufur kepada Allah Ta'ala.
5. Menghina Nabinya.
6. Membunuh mukjizat yang didatangkan berupa Unta.

Pelajaran dari Kisah Nabi Saleh:

1. Menghina para Nabi dan Rasul mendatangkan kemudharatan.
2. Sebuah peradaban yang berdiri di atas keburukan akhlaq dan kesesatan akan hilang.
3. Sabarnya seorang da'i kepada Allah dan pengikutnya.
4. Mukjizat itu datang untuk menguatkan para Nabi dan Rasul.
5. Nabi SAW melarang minum di tempat mereka yang diazab.

Nabi Saleh hidup sesudah diwafatkan kaumnya di Palestina, ada yang bilang di Mekkah. Ada yang bilang orang kafir mengawasi gerak-gerik Nabi Shaleh di tempatnya dilempari dengan batu. Allah mengutus Malaikat untuk melemparinya. Allah menyelamatkan Nabi Shaleh. Beliau dikatakan wafat di Yaman dalam usia 280 tahun. Kalau mimpi bertemu Nabi Shaleh maka urusannya baik dan dia termasuk orang baik. Ucapannya itu jujur, dikatakan akan menang melawan musuhnya.

Situs Warisan Dunia

Saat ini Madain Saleh telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 2008, yang pertama di Arab Saudi. Situs ini menarik perhatian para wisatawan dan peneliti yang ingin mengetahui lebih banyak tentang sejarah dan budaya Nabataean dan Tsamud. Selama dekade terakhir, para arkeolog AS, Prancis, dan Jerman telah menjelajahi wilayah tersebut untuk mengungkap sejarah dari peristiwa yang dialami oleh kaum Tsamud. Mereka terus berusaha mencari kebenaran dari sejarah berdirinya Madain Saleh itu.

Komisi Pariwisata dan Purbakala Saudi juga telah mendesak warga Saudi untuk mengunjungi situs tersebut sebagai sarana bagi orang miskin untuk mencari nafkah dari pariwisata dan untuk menanamkan kebanggaan dalam sejarah Arab Saudi.

Baca juga: Kota-kota Dikisahkan Al Quran yang Hingga Kini Masih Eksis

(wid)

Read Entire Article
Politics | | | |