Kumpul di Malaysia, Aktivis Pro Palestina Berencana Tembus Kembali Blokade Gaza

2 weeks ago 15

Kapal Keiser yang akan dinaiki aktivis kemanusiaan dari Indonesia Wanda Hamidah bersama aktivis Global Sumud Flotilla lainnya bersandar di Pelabuhan Sidi Bou Said di Tunisia, Selasa (16/9/2025). Sebanyak 13 kapal GSF telah berlayar meninggalkan pelabuhan di Tunisia menuju perairan laut internasional Mediterania untuk menembus blokade Gaza. Wanda Hamidah menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia yang tergabung dalam Indonesia Global Peace Convoy (IGPC) untuk mengikuti pelayaran akbar membuka koridor kemanusiaan ke Gaza bersama ratusan aktivis dan relawan dari puluhan negara. Wanda Hamidah menaiki kapal Keiser bersama 11 relawan dan aktivis dari Turki dan Tunisia dan beberapa negara lainnya. Kapal Keiser menjadi kapal terakhir yang berlayar dari Pelabuhan Sidi Bou Said, Tunisia pada Selasa (16/9). Diperkirakan pelayaran mengarungi Laut Mediterania itu memasuki perairan Gaza selama 10 sampai 12 hari.

REPUBLIKA.CO.ID,KUALA LUMPUR — Pegiat sipil dan para aktivis pendukung kemerdekaan Palestina se-Asia Pasifik berkumpul di Malaysia, Senin (5/1/2026). Mereka berkumpul untuk kembali mempersiapkan pelayaran akbar Global Sumud Flotilla (GSF) menembus blokade Zionis Israel yang hingga kini masih melakukan penjajahan dan genosida terhadap masyarakat Palestina di Jalur Gaza.

Rencana pelayaran kembali tersebut disepakati paling lambat Juni 2026 mendatang. Beberapa pegiat sipil dan aktivis yang datang, adalah Thiago Avila, Saif Abukesyek, dan Keloniki Alexopoulou. Tuan rumah pertemuan di Malaysia tersebut adalah Muhammad Nadir al-Nuri yang merupakan direktur GSF.

Dari Indonesia, turut hadir Maimon Herawati yang merupakan Direktur Smart 171 sekaligus anggota Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI). Maimon menyampaikan, pelayaran akbar menembus blokade Gaza berlabel GSF 2.0.

Label tersebut, merupakan lanjutan dari misi serupa GSF 1.0 yang sudah rampung pada September 2025 lalu. “Seperti dalam misi pelayaran sebelumnya (GSF 1.0) GSF jilid dua tahun ini, tetap pada tujuan yang sama, yaitu untuk membawa bantuan kemanusian seperti obat-obatan, air bersih, dan bantuan-bantuan lainnya untuk kebutuhan bayi dan anak-anak serta kebutuhan untuk perempuan dan kaum ibu di Gaza yang hingga kini masih dalam kekangan blokade zionis Israel,” ujar Maimon dalam siaran pers yang diterima Republika di Jakarta, Selasa (6/1/2026).

Maimon menerangkan, dalam perbincangan di Malaysia, pembahasan tentang pelayaran GSF 2.0 belum menentukan titik pasti angkat jangkar serempak. Akan tetapi, kata dia, dalam GSF jilid dua tahun ini, diperkirakan partisipasi peserta pelayaran, maupun jumlah armada kemanusian yang lebih massif.

Aktivis pro-Palestina dari AS Greta Berlin bersama aktivis Indonesia Maimon Herawati kala bersua di Tunisia, 2 September 2025.

Read Entire Article
Politics | | | |